-
Perancis: Kunci Brexit ada di London
Mar 13, 2019 11:25Pemerintah Perancis saat merespon penolakan Majelis Rendah Inggris terkait kesepakatan tambahan Brexit menyatakan, muncul kebuntuan dan hanya dapat dibuka di London.
-
Tajani: Implementasi Brexit hanya dapat ditangguhkan beberapa pekan
Mar 09, 2019 11:50Ketua parlemen Eropa Antonio Tajani mengatakan, "Implementasi Brexit paling banyak hanya beberapa pekan dapat ditangguhkan."
-
Uni Eropa Akui Kegagalan Perundingan Brexit
Mar 07, 2019 14:44Uni Eropa secara resmi mengakui kegagalan perundingan untuk menemukan mekanisme guna menghapus kebuntuan perundingan Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa).
-
Rusia Sebut Brexit sebuah Bencana
Mar 04, 2019 15:55Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menyebut proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) sebuah tragedi.
-
Ketua Parlemen Jerman: Inggris tidak akan Keluar dari Uni Eropa
Mar 04, 2019 15:55Ketua parlemen Jerman seraya mengisyaratkan friksi antara petinggi Inggris terkait Brexit menandaskan, London tidak akan keluar dari Uni Eropa.
-
Semakin Meningkat, Kemungkinan Terjadi Resesi Ekonomi di Inggris
Feb 10, 2019 16:17Menurut hasil sebuah jajak pendapat, kemungkinan resesi ekonomi di Inggris telah meningkat.
-
Menlu Austria: Sudah Tampak Tanda-tanda Brexit Sulit
Jan 26, 2019 15:07Menteri Luar Negeri Austria mengatakan, "Semua tanda-tanda yang menunjukkan keluar tanpa kesepakatan Inggris dari Uni Eropa "Brexit Sulit".
-
PM Inggris Menentang Referendum Kedua soal Brexit
Jan 22, 2019 09:20Perdana Menteri Inggris Theresa May menentang pelaksanaan referendum kedua untuk membuat keputusan tentang Brexit.
-
Theresa May Selamat dari Opsi tak Percaya Parlemen
Jan 17, 2019 09:21Anggota parlemen Inggris menolak opsi tak percaya terhadap pemerintahan konservatif Perdana Menteri Theresa May.
-
Mosi Tidak Percaya terhadap PM Inggris Mengemuka
Jan 16, 2019 10:09Setelah penolakan Majelis Rendah Inggris terhadap kesepakatan negara ini dengan Uni Eropa terkait Brexit, rencana pengumuman mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Theresa May mulai mengemuka.