Tiga Rumah Sakit Apung Indonesia Siap untuk Gaza
-
Rumah sakit terapung
Pars Today - TNI Angkatan Laut mengumumkan persiapan tiga rumah sakit apung untuk digunakan dalam operasi kemanusiaan di Jalur Gaza.
Menurut laporan IRIB yang mengutip Kantor Berita Antara, para pejabat TNI Angkatan Laut memberikan rincian peralatan militer yang akan digunakan dalam misi bantuan ke Gaza.
Para pejabat menjelaskan bahwa ketiga kapal, yang beroperasi di bawah manajemen TNI Angkatan Laut, didedikasikan untuk merawat warga sipil Palestina yang terluka dalam serangan Israel di Gaza.
Menurut para pejabat, kapal-kapal ini dilengkapi dengan fasilitas medis canggih dan membawa helikopter untuk mengangkut korban luka. Pesawat angkut militer juga telah disiapkan untuk mendukung misi-misi ini.
Para pejabat Indonesia juga mengumumkan bahwa TNI Angkatan Laut sedang mempersiapkan pasukan penjaga perdamaian yang terdiri dari tiga brigade, tetapi waktu pasti pengerahan pasukan ini belum diketahui.
Indonesia sebelumnya telah mengumumkan bahwa 5.000 personel TNI Angkatan Lautnya siap dikerahkan di Gaza sebagai bagian dari rencana pengiriman 20.000 pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.
Para pejabat militer Indonesia mengatakan bahwa Angkatan Laut (TNI-AL) sedang mempersiapkan sekitar 5.000 personel untuk berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian di Gaza. Personel ini akan mencakup spesialis medis dan insinyur sipil untuk berperan dalam operasi kemanusiaan, merawat korban sipil, dan membangun fasilitas sementara di Gaza.
Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya telah mengumumkan bahwa misi itu akan terdiri dari tiga brigade gabungan, yang masing-masing terdiri dari batalyon medis, teknokrat, pendukung, dan mekanik.
Ia menekankan bahwa pengerahan pasukan hanya akan dilakukan setelah tim persiapan menilai kondisi lapangan dan mengidentifikasi lokasi yang sesuai di Gaza.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Freddy Ardianzah mengatakan bahwa komandan pasukan penjaga perdamaian harus memiliki kemampuan untuk melakukan diplomasi militer, komunikasi strategis, dan pengalaman dalam misi internasional.
Ia menambahkan bahwa beberapa jenderal bintang tiga telah dipertimbangkan untuk posisi tersebut, tetapi penunjukan akhir bergantung pada keputusan pemerintah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Langkah-langkah ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk mempersiapkan militer guna berpartisipasi dalam kemungkinan operasi penjaga perdamaian di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sebelumnya, beliau telah mengumumkan di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York bahwa Indonesia siap mengirimkan 20.000 tentara ke Gaza.
Menurut para pejabat militer, proses pemilihan komandan dan persiapan pasukan telah memasuki tahap implementasi, dan tujuannya adalah untuk membentuk pasukan yang efisien dan terkoordinasi guna mendukung misi kemanusiaan di Gaza.(sl)