Jubir PBB Mengkritik Retorika Terhadap Iran, Mari Kembali ke Diplomasi
-
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric
Pars Today - Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengkritik retorika baru-baru ini terhadap Republik Islam Iran dan menyerukan kembalinya dialog dan diplomasi.
Menurut laporan IRNA dari New York pada Senin (12/01/2026) malam waktu setempat bertanya kepada Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers Jubir PBB, "Misi Iran untuk PBB telah menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Dewan Keamanan mengenai intervensi asing dan ancaman dari Amerika Serikat, khususnya Presiden Donald Trump, terhadap Iran dan hasutan untuk melakukan kekerasan. Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araqchi juga mengumumkan pada hari Senin bahwa kami memiliki banyak dokumen dan bukti yang menunjukkan keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam kegiatan teroris di dalam Iran. Bukankah ancaman dari Amerika Serikat merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB?
Apa pendapat Sekretaris Jenderal PBB tentang ancaman dan tindakan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran?
Menanggapi pertanyaan IRNA, Jubir PBB mengatakan, "Tanpa ragu, surat ini (surat misi Iran ke PBB) akan didistribusikan sesuai permintaan."
Dujarric juga menekankan, "Kami sangat prihatin dengan retorika agresif yang kami dengar dari berbagai pihak tentang situasi di Iran dan kami menyerukan kembalinya dialog."
Juru bicara PBB, menanggapi pertanyaan pada hari Senin waktu setempat dalam kelompok wartawan, bertanya apakah Sekretaris Jenderal PBB telah berbicara dengan pejabat tinggi Iran. Ia mengatakan bahwa Guterres belum berbicara dengan siapa pun dan segera setelah saya memiliki sesuatu untuk dilaporkan, saya akan membagikannya kepada Anda (wartawan).
Menanggapi pertanyaan tentang situasi staf PBB di Iran, ia mengatakan, "Beberapa dari mereka bekerja dari rumah (teleworking) dan semuanya dalam keadaan sehat."
Menanggapi pertanyaan tentang pernyataan Presiden AS baru-baru ini terhadap Iran, juru bicara PBB mengatakan bahwa retorika ini mengkhawatirkan dan Sekretaris Jenderal PBB mendorong semua orang untuk menempuh jalur diplomasi dan dialog.
Mengenai campur tangan asing dalam urusan Iran, ia menekankan, "Kami menekankan dialog dan kami ingin melihat warga Iran yang ingin melakukan protes secara damai melakukannya, dan Piagam PBB sangat jelas mengenai hal ini."(sl)