Pesan Presiden di Hari Guru Nasional
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i47593-pesan_presiden_di_hari_guru_nasional
Antaranews melaporkan, Presiden Joko Widodo menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional di Stadion Patriot, Bekasi pada Sabtu. Presiden yang mengenakan pakaian batik seragam PGRI berwarna dasar putih bercorak hitam, tiba di stadion pada sekitar pukul 08.45 WIB.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Des 02, 2017 13:36 Asia/Jakarta

Antaranews melaporkan, Presiden Joko Widodo menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional di Stadion Patriot, Bekasi pada Sabtu. Presiden yang mengenakan pakaian batik seragam PGRI berwarna dasar putih bercorak hitam, tiba di stadion pada sekitar pukul 08.45 WIB.

Ia didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ketua Umum PGRI Unifah Rasyidi.

Puluhan ribu peserta yang juga mengenakan pakaian batik seragam PGRI telah menanti kehadiran Presiden sejak pukul 07.00 WIB.

Dalam acara peringatan Hari Guru Nasional tersebut juga digelar perayaan HUT Ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Saat memasuki area Stadion Patriot, Presiden disambut meriah dengan tepuk para peserta yang datang hampir dari seluruh daerah di Tanah Air itu. Menurut Unifah Rasyidi jumlah peserta yang hadir mencapai 38.000 orang.

Peringatan Hari Guru Nasional

Sementara itu, selain menghadiri peringatan Hari Guru Nasional, pada hari ini Presiden akan mengunjungi kawasan stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dalam acara itu, Kepala Negara akan meresmikan renovasi lapangan Hoki, lapangan sepakbola ABC, lapangan panahan dan stadion renang (Aquatic). Arena tersebut akan digunakan untuk perhelatan olahraga Asian Games 2018 yang diselenggarakan di dua kota, Jakarta dan Palembang.

Sebagai penghormatan kepada guru dan PGRI, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan tanggal 25 November, hari kelahiran PGRI, sebagai Hari Guru Nasional. Keputusan itu kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sejak tahun 1994 setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan Hari Ulang tahun PGRI.

Presiden titipkan masa depan bangsa kepada guru

Presiden Joko Widodo menitipkan masa depan bangsa kepada guru-guru yang mengajar di seluruh daerah di Indonesia.

"Kepada guru saya titip untuk terus mendedikasikan diri bukan sekadar mengajar, menjalankan profesi. Saya titipkan masa depan bangsa ini kepada guru," kata Jokowi dalam pidatonya saat menghadiri perayaan puncak Hari Guru Nasional dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu.

Menurut Presiden, tugas guru adalah memupuk dan menerangi siswa-siswi untuk membangun jiwa yang sehat, matang, dan memahami Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, Presiden Jokowi menjelaskan tugas guru tidak dapat tergantikan oleh kecanggihan teknologi karena selain mengajarkan akademik, guru juga mengajarkan kebaikan kepada generasi muda.

Pendidikan karakter yang dapat dilakukan oleh guru adalah menjalankan misi kemanusiaan dan keberadaban dengan menggali, menyadarkan, dan mengajak serta menggerakkan jiwa anak didik pada kebenaran dan kebaikan.

"Peringatan Hari Guru Nasional ini harus kita jadikan momentum untuk berbenah menyiapkan generasi muda yang tanggap dan tangguh," ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara melakukan salam takzim memberi penghormatan kepada seluruh guru di Indonesia dengan membungkukkan dirinya di depan puluhan ribu guru yang hadir di stadion.

"Untuk itu saya sampaikan penghargaan, apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru di Tanah Air, guru-guru yang berada di desa-desa, guru-guru yang berada di pulau-pulau terpencil, pulau terluar dan di daerah perbatasan," kata Presiden.

Peringatan Hari Guru Nasional

Ia menjelaskan berkat jasa para guru dirinya bisa menjabat sebagai Kepala Negara saat ini. Sebanyak 38 ribu orang menghadiri perayaan puncak Hari Guru Nasional dan HUT Ke-72 PGRI di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Sejumlah pejabat yang mendampingi Presiden dalam acara itu adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Kepala Staf Presiden Teten Masduki serta Ketua Umum PB PGRI Unifah Rasyidin.