Pesan Penting Panglima TNI
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i55488-pesan_penting_panglima_tni
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) dipertaruhkan di pundak TNI-Polri. Menurut Hadi, TNI dan Polri mesti menjadi solusi bagi ancaman disintegrasi bangsa.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 22, 2018 09:44 Asia/Jakarta
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) dipertaruhkan di pundak TNI-Polri. Menurut Hadi, TNI dan Polri mesti menjadi solusi bagi ancaman disintegrasi bangsa.

"Eksistensi, kedaulatan, dan keutuhan NKRI, dipertaruhkan di pundak Prajurit TNI-Polri. Untuk itu, TNI-Polri harus menjadi solusi dan motivator perekat persatuan dan kesatuan," ujar Hadi, di sela kunjungan kerja di Sumatera Selatan, sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi, Sabtu (21/4/2018). 

 

Dalam kunjungan kerja tersebut, hadir pula Kepala Staf TNI Angkatan Udara Jenderal Mulyono, dan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

 

Dia menegaskan, TNI-Polri mampu menjadi solusi bagi integrasi bangsa. Kedua institusi itu sampai saat ini masih mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari rakyat, khususnya soal menjaga pertahanan dan keamanan. 

 

"Oleh karena itu, apapun yang dilakukan oleh TNI dan Polri, harus senantiasa tetap menjaga kehormatan, nama baik, kepercayaan, dan amanah dengan sungguh-sungguh," ujar Hadi. 

 

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara tersebut juga memuji TNI-Polri yang dinilainya kian solid. Sejumlah perkara, sudah bisa mulai ditangani bersama-sama.

Salah satu contohnya, menggagalkan upaya penyelundupan narkoba di wilayah Batam, dan pembebasan sandera warga Papua oleh kelompok sipil bersenjata.

 

"Beberapa waktu yang lalu TNI-Polri berhasil menyita narkoba dalam jumlah yang fantastis. Demikian pula keberhasilan penanganan penyanderaan di Papua oleh kelompok separatis bersenjata" ujar Hadi.

 

Ketika memberikan pengarahan kepada 3.100 anggota TNI dan Polri se-Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 21 April 2018, Panglima TNI juga menegaskan bahwa  prajurit TNI dan Polri jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat.

 

"Misalnya penyalahgunaan narkoba, perilaku asusila, tindak kekerasan kepada masyarakat, menjadi backing dan lain sebagainya yang pada prinsipnya dapat merusak kepercayaan masyarakat kepada TNI dan Polri," ujar Hadi sebagaimana dikutip siaran pers resmi TNI.

 

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Tatang Sulaiman turut hadir dalam acara tersebut.

 

Hadi menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap TNI-Polri cukup tinggi. Oleh sebab itu, jangan sampai ada oknum di kedua institusi itu yang menodai dan menghancurkan kepercayaan itu.

 

"Oleh karena itu tugas yang dilakukan TNI-Polri harus senantiasa tetap menjaga kehormatan, nama baik, kepercayaan dan amanah dengan sungguh-sungguh," lanjut dia.

 

Salah satu cara menghindari pelanggaran disiplin atau hukum, adalah dengan meningkatkan soliditas TNI-Polri di lapangan.

 

 "Tetap jaga dan pelihara soliditas solidaritas TNI dengan Polri sehingga terjalin antarindividu, sebagai modal dasar melaksanakan peran, fungsi dan tugasnya masing-masing. Serta menjadi teladan bagi stakeholders maupun komponen masyarakat," ujar Hadi.

 

 Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian

 

Sehari sebelumnya, di sela kunjungan kerja ke Sumatera Utara, seperti dikutip dari siaran pers resmi Puspen TNI, Jumat (20/4/2018), Panglima TNI Marsekal Hadi mengatakan, menegaskan, TNI tidak akan mentolerir personel TNI yang tidak netral dalam Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. 

 

"Pedomani netralitas sebagai penjabaran maupun pelaksanaan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Tidak ada toleransi bagi prajurit pelanggar netralitas tersebut," ujar Hadi.

 

Dia menambahkn,"Untuk itu, pegang teguh misi utama, yakni Pilkada Serentak tahun 2018 dan tahapan Pemilu 2019 harus sukses."

 

"Jaga kepercayaan rakyat kepada TNI-Polri, jangan sampai dinodai, dirusak atau dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," lanjut Hadi.

 

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu juga menekankan bahwa netralitas TNI, Polri, merupakan bagian dari haluan politik negara. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya garis komando.

 

 "Bagi prajurit TNI, hanya ada satu komando tegak lurus dari Panglima TNI, tidak ada komando atau perintah dari pihak lain," tegas Hadi. Tugas TNI, antara lain menjamin kelancaran, keamanan, dan kesuksesan Pilkada Serentak 2018 maupun Tahapan Pemilu 2019

 

Tugas-tugas itu meliputi pengamanan distribusi logistik dan pengamanan saat masa kampanye, pelaksanaan dan penetapan hingga pasca penetapan, terutama jika didapati adanya sengketa hasil Pilkada. "Semuanya harus berjalan tertib dan aman serta konstitusional," ujar dia.

 

Melihat kompleksitas persoalan di pilkada dan pemilu, Hadi menekankan pentingnya koordinasi serta sinkronisasi bersama-sama institusi terkait lainnya.

 "Tetap jaga dan pelihara soliditas dan solidaritas TNI-Polri, sebagai modal dasar melaksanakan peran, fungsi dan tugas masing-masing serta sebagai teladan kekompakan bagi stakeholder maupun komponen masyarakat lainnya," kata Hadi. (Kompas)