Migran Afghanistan Mengamuk di Pusat Penahanan Balikpapan
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i55490-migran_afghanistan_mengamuk_di_pusat_penahanan_balikpapan
Puluhan migran Afghanistan di pusat penahanan Balikpapan mengamuk pada Jumat malam. Mereka merusak peralatan CCTV dan pintu-pintu untuk memprotes kebijakan pemerintah lokal yang memperlakukan mereka seperti tahanan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 22, 2018 10:16 Asia/Jakarta
  • Salah satu migran di penahanan Balikpapan.
    Salah satu migran di penahanan Balikpapan.

Puluhan migran Afghanistan di pusat penahanan Balikpapan mengamuk pada Jumat malam. Mereka merusak peralatan CCTV dan pintu-pintu untuk memprotes kebijakan pemerintah lokal yang memperlakukan mereka seperti tahanan.

"Mereka merusak 20 kamera CCTV," kata Kepala Polisi Resor Balikpapan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wiwin Firta pada hari Sabtu (21/4/2018).

 

Menurut The Jakarta Post, polisi telah mengerahkan 180 personel, termasuk anggota militer Indonesia, ke pusat penahanan untuk mengendalikan situasi.

 

Organisasi Internasional untuk Migrasi memediasi antara polisi dan demonstran, yang menuntut mereka diizinkan meninggalkan pusat penahanan dengan alasan mereka bukan tahanan.

 

"Mereka juga ingin direlokasi di luar Balikpapan," kata petugas polisi.

 

Sebagian besar migran tak berdokumen di pusat itu adalah orang Afghanistan yang melarikan diri dari kekerasan di negara asal mereka dan sekarang mencari suaka di Australia. Beberapa dari mereka telah diberikan status pencari suaka oleh UNHCR, tetapi Indonesia bukan penandatangan Konvensi Pengungsi PBB dan dengan demikian menganggap mereka sebagai imigran gelap.

 

Pada 2015, beberapa migran diizinkan tinggal di rumah resmi Kantor Imigrasi Balikpapan, tetapi kehadiran mereka kemudian menimbulkan kekhawatiran di kalangan penduduk setempat, sehingga mereka memaksa pemerintah untuk mengembalikan para migran ke pusat penahanan. (RA)