Presiden Kembali Tekankan Kerukunan dan Persatuan Umat Islam
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i58178-presiden_kembali_tekankan_kerukunan_dan_persatuan_umat_islam
Dalam acara silaturahmi bersama ulama dan tokoh masyarakat di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah III, Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Rabu, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia yang dikenal dengan persatuan dan kerukunannya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 06, 2018 12:37 Asia/Jakarta
  • Presiden Jokowi di Karawang
    Presiden Jokowi di Karawang

Dalam acara silaturahmi bersama ulama dan tokoh masyarakat di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah III, Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Rabu, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia yang dikenal dengan persatuan dan kerukunannya.

"Indonesia ini memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Ini yang sering kita lupakan. Indonesia yang memiliki penduduk terbesar ini dihargai oleh dunia karena persatuan dan kerukunannya," kata Presiden.

 

"Kita memiliki penduduk 263 juta jiwa, ada 17 ribu pulau, ada 714 suku. Ini potensi dan kekayaan bangsa Indonesia, anugerah dari Allah," kata dia.

 

Sayangnya, ia menuturkan, anugrah iti digunakan untuk memecah persatuan dalam hampir setiap pemilihan kepala daerah mau pun pemilihan presiden, ketika perbedaan pilihan bisa membuat sesama warga tidak saling sama.

 

Presiden mengatakan demokrasi seharusnya menjadi pemersatu negara, bukan pemecah persatuan.

 

"Silakan pilih siapa saja, pilih yang baik terbaik. Sudah itu tolong rukun lagi, setiap lima tahun itu ada terus (pesta demokrasi)," kata dia.

 

Presiden juga menceritakan kunjungan kerjanya ke negara-negara Timur Tengah dan Asia Selatan, yang menghargai kemampuan Indonesia yang penuh keragaman dalam menjaga persatuan.

 

Ia merasa kaget ketika Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud langsung menjemputnya di pintu pesawat, hal yang tidak biasa dilakukan, karena menghargai Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dunia yang tetap bersatu.

 

Ketika mengunjungi Uni Emirat Arab, ia menuturkan, pemimpin Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed juga menjemputnya langsung dan menyopirinya menuju istana.

 

"Jangan sampai bangsa kita ini begitu dihargai di luar, tetapi pecah di dalamnya. Negara muslim di dunia sangat begitu memberikan penghargaan kepada kita," katanya.

 

Jawa Barat Laboratorium Islam Moderat Corak Indonesia

 

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan Jawa Barat akan menjadi salah satu pusat pengembangan agama Islam yang bercorak moderat, toleran, terbuka, dan berkemajuan ke penjuru dunia dengan kehadiran Universitas Islam Internasional Indonesia, di Depok.

 

"Pemprov Jawa Barat menyambut baik sekaligus mendukung penuh berdirinya kampus ini. Pemilihan Kota Depok sebagai lokasi Kampus UIII merupakan hal yang tepat," kata dia, di Bandung, Rabu.

 

Ia menuturkan Jawa Barat dinilai tepat sebagai lokasi berdirinya UUII karena kehidupan umat Islam di Jawa Barat sudah dikenal moderat, toleran terhadap keberagaman, terbuka terhadap perbedaan, pandangan kebhinekaan, serta senantiasa berorientasi pada kemajuan kehidupan duniawi dan ukkhrowi secara berkeseimbangan.

 

Kampus UIII di Jawa Barat, kata dia, akan memiliki laboratorium kehidupan Islam moderat yang bercorak Indonesia.

 

Kondisi masyarakat Islam yang menjadi mayoritas di Jawa Barat tidak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke wilayah Jawa Barat yang berlangsung damai, serta ajarannya yang sejalan dengan nilai-nilai kesundaan.

 

Ditambahkan Aher, "Kami berkeyakinan bahwa pendirian kampus ini di Kota Depok, Jawa Barat pada hakikatnya adalah kehendak Allah SWT. Yang mudah-mudahan juga menjadi isyarat dari Allah akan kemajuan yang akan diraih kampus ini."

 

UIII pun akan memperkuat citra Jawa Barat dalam dunia pendidikan nasional maupun global, Tak heran, karena di Jawa Barat banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta berkelas dunia.