Kantor Rahbar Kecam Aksi Penistaan Al Quran di Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i138420-kantor_rahbar_kecam_aksi_penistaan_al_quran_di_eropa
Menanggapi aksi penistaan Al-Qur'an di beberapa negara Eropa, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran,Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menekankan bahwa penghinaan terhadap Al-Qur'an dengan slogan kebebasan berekspresi menunjukkan bahwa tujuan serangan kekuatan arogan global adalah prinsip-prinsip Islam dan Al-Qur'an .
(last modified 2026-03-05T04:17:08+00:00 )
Jan 26, 2023 16:31 Asia/Jakarta
  • Kantor Rahbar Kecam Aksi Penistaan Al Quran di Eropa

Menanggapi aksi penistaan Al-Qur'an di beberapa negara Eropa, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran,Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menekankan bahwa penghinaan terhadap Al-Qur'an dengan slogan kebebasan berekspresi menunjukkan bahwa tujuan serangan kekuatan arogan global adalah prinsip-prinsip Islam dan Al-Qur'an .

Sabtu lalu, Rasmus Paludan, ketua partai sayap kanan garis keras Denmark yang juga memiliki kewarganegaraan Swedia membakar salinan Alquran di dekat kedutaan Turki di Stockholm di tengah pengamanan ketat polisi.

Tindakan Paludan ini dikutuk keras oleh umat Islam dan negara-negara Muslim, dan pemerintah Swedia juga dikritik karena tidak mencegah tindakan provokatif tersebut.

Republik Islam Iran, Turki, Mesir, UEA, Al-Azhar Mesir, Majelis Cendekiawan Muslim Dunia, Qatar, Arab Saudi, Indonesia, Yordania, Maghreb, Organisasi Kerjasama Islam, Dewan Kerja Sama Teluk Persia, Gerakan Ansarullah Yaman, Hizbullah Lebanon, Gerakan Hamas dan Jihad Islam Palestina adalah deretan negara dan lembaga yang mengambil sikap menentang tindakan ofensif ini dan mengutuknya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menerbitkan sebuah postingan di laman Twitter berbahasa Arabnya hari Rabu (25/1/2023) dengan mengatakan, "Penistaan terhadap Qur'an dengan slogan kebebasan berekspresi menunjukkan bahwa tujuan serangan kubu arogan adalah prinsip Islam dan Al-Qur'an,".

Pemimpin Tertinggi Revolusi lebih lanjut mengungkapkan,"Meskipun menhadapi berbagai plot dan konspirasi kubu arogan, tapi Al-Qur'an justru semakin populer, dan Islam adalah masa depan,".

"Semua pencari kebebasan di dunia harus menentang kebijakan jahat yang menghina nilai-nilai sakral dan kebencian terhadap umat Islam," tegas Rahbar.(PH)