Iran: Resolusi Anti-Iran Kanada Bersifat Politis dan Tidak Berdasar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i182554-iran_resolusi_anti_iran_kanada_bersifat_politis_dan_tidak_berdasar
Pars Today - Wakil Duta Besar Republik Islam Iran untuk PBB menganggap resolusi anti-Iran Kanada bersifat politis dan tidak berdasar.
(last modified 2025-12-19T09:12:17+00:00 )
Des 19, 2025 16:10 Asia/Jakarta
  • Gholamhossein Darzi, Wakil Duta Besar Iran untuk PBB
    Gholamhossein Darzi, Wakil Duta Besar Iran untuk PBB

Pars Today - Wakil Duta Besar Republik Islam Iran untuk PBB menganggap resolusi anti-Iran Kanada bersifat politis dan tidak berdasar.

Menurut laporan Pars Today, Gholamhossein Darzi, Wakil Duta Besar Iran untuk PBB mengatakan ketika disetujui rancangan resolusi anti-Iran Kanada di Komite Ketiga Majelis Umum PBB, "Sekali lagi, rancangan resolusi yang tidak berdasar dan tidak perlu telah diajukan oleh Kanada untuk ditindaklanjuti di komite ini. Republik Islam Iran menyatakan penentangannya yang tegas terhadap rancangan ini, yang sepenuhnya bermotivasi politik, selektif, dan destruktif."

Darzi menambahkan, Kami menolak baik isi rancangan ini maupun niat di baliknya. Rancangan ini, yang tidak dinegosiasikan dalam proses apa pun, maupun disepakati dengan pihak mana pun, dan dipaksakan setiap tahun oleh negara tertentu yang sama, hanya melayani tujuan politik negara tersebut dan bukan cita-cita hak asasi manusia.

Wakil Perwakilan Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan, "Hanya mekanisme yang berbasis kerja sama, bukan tekanan, yang mampu menciptakan hasil yang konstruktif dan berkelanjutan. Rancangan ini bukan hanya tidak memperkuat interaksi konstruktif apa pun, tetapi juga melanggengkan pendekatan konfrontatif yang sama. Pendekatan yang telah berulang kali dan secara konsisten terbukti tidak efektif."

Gholamhossein Darzi menambahkan, "Rancangan resolusi ini juga gagal memperhatikan keseimbangan dan ketidakberpihakan dengan menolak untuk mengutuk pelanggaran berat hukum internasional oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat selama agresi militer 12 hari mereka terhadap Republik Islam Iran dari tanggal 13 hingga 25 Juni 2025. Teks rancangan resolusi itu mengabaikan konsekuensi hak asasi manusia jangka panjang dan luas dari serangan militer ilegal ini, termasuk gugurnya setidaknya 1.100 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan gugurnya para ilmuwan dan elit Iran, serta cedera sekitar 6.000 orang, beberapa di antaranya menderita cacat permanen."

Wakil perwakilan Republik Islam Iran untuk PBB menyatakan, Sungguh mengejutkan bahwa para perancang resolusi ini mengklaim peduli terhadap “hak asasi manusia warga Iran”, tetapi tidak memperhatikan “nyawa warga Iran”.

Pada saat yang sama, Darzi menekankan, "Republik Islam Iran tetap berkomitmen pada dialog dan keterlibatan konstruktif dengan mekanisme hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mekanisme yang beroperasi secara adil, transparan, dan tanpa diskriminasi serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip dasar keadilan, ketidakberpihakan, dan independensi."

Resolusi anti-Iran dari Komisi Hak Asasi Manusia Kanada, yang diajukan terhadap Republik Islam Iran setiap tahun, disahkan pada Kamis (18/12) malam di Majelis Umum PBB, sementara suara yang mendukung, seperti setiap tahun, lebih sedikit daripada suara yang menentang dan abstain.(sl)