Islamabad-2 di Depan Mata? Komandan Militer Pakistan Terbang ke Tehran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188568-islamabad_2_di_depan_mata_komandan_militer_pakistan_terbang_ke_tehran
Pars Today - Diplomasi antar-jemput demi perdamaian memasuki babak baru.
(last modified 2026-04-16T05:54:23+00:00 )
Apr 16, 2026 12:50 Asia/Jakarta
  • Field Marshal Syed Asim Munir, Panglima Militer Pakistan dan Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran
    Field Marshal Syed Asim Munir, Panglima Militer Pakistan dan Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran

Pars Today - Diplomasi antar-jemput demi perdamaian memasuki babak baru.

Misi Diplomatik Berskala Tinggi

Upaya diplomatik di kawasan untuk mempertahankan gencatan senjata sementara antara Iran dan AS, serta mencapai solusi berkelanjutan demi menghentikan perang, memasuki fase baru dengan kunjungan para pejabat politik dan militer Pakistan ke kawasan. Para analis menilai, misi mediator saat ini bertujuan menyiapkan panggung untuk putaran kedua negosiasi Islamabad.

Hari Rabu (15/4/2026), Field Marshal Syed Asim Munir, Kepala Pasukan Pertahanan sekaligus Panglima Militer Pakistan, tiba di Tehran. Kedatangannya disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Sayid Abbas Araghchi. Media Pakistan menyebut kunjungan ini sebagai bagian penting dari upaya perdamaian regional.

Tehran Percaya pada Islamabad

Jaringan berita dan media daring tetangga timur Iran, seraya menyebarkan pesan Araghchi di X yang menyambut kedatangan panglima Pakistan, menulis bahwa kepercayaan Tehran terhadap upaya Islamabad telah membuka jalan bagi perdamaian dan stabilitas kawasan.

Para komentator politik menilai misi Asim Munir di Tehran, yang berlangsung bersamaan dengan kunjungan regional Perdana Menteri Shehbaz Sharif, sebagai upaya mediator untuk menyiapkan landasan bagi "Islamabad-2". Mereka meyakini segalanya sudah siap untuk mendorong negosiasi menuju kesepakatan permanen dengan fokus penghentian total perang.

Misi Berlanjut, Asia Barat Disambangi PM Pakistan

Shehbaz Sharif memulai tur regionalnya. Rabu malam, ia tiba di Jeddah dan bertemu Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman. Keduanya membahas perkembangan Timur Tengah, dengan fokus pada negosiasi Islamabad.

"Upaya kami untuk memajukan negosiasi Iran-AS dan menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan akan terus berlanjut," kata Sharif.

Agenda berikutnya: Doha untuk bertemu Emir Qatar, lalu Turki sebagai tahap ketiga, di mana ia akan menghadiri Forum Antalya atas undangan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Islamabad-2: Antara Harapan dan Realitas

Surat kabar Pakistan, mengutip pernyataan Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers di Tehran, menulis bahwa negosiasi mendatang akan bertujuan menghentikan total perang dan memenuhi hak-hak rakyat Iran. Dengan demikian, misi Asim Munir di Tehran dan konsultasi regional Shehbaz Sharif bergerak maju dengan fokus pada tuntutan serius Iran serta perilaku AS.

Media Pakistan juga melaporkan bahwa setelah sinyal dari Gedung Putih tentang putaran negosiasi berikutnya di Islamabad, fase kedua pembicaraan ini akan sangat menentukan.

Shahzib Khanzada, pembawa acara terkenal Geo News Pakistan, mengklaim bahwa Islamabad-2 secara serius masuk agenda, dan kemungkinan presiden Iran dan AS akan hadir di Pakistan untuk menandatangani kesepakatan final.

Namun... Iran Tak Terburu-buru

Surat kabar berbahasa Inggris, Dawn, melaporkan bahwa Tehran tidak terburu-buru mengambil keputusan. Meskipun terjadi pertukaran pesan antara Iran dan AS melalui kepemimpinan politik dan militer Pakistan, pihak Iran diperkirakan akan menyampaikan posisi-posisinya kepada para mediator dalam satu atau dua hari ke depan.

Sementara itu, harian berbahasa Urdu, Jang, menulis bahwa meskipun Trump mengklaim negosiasi akan berlangsung dalam dua hari ke depan di Islamabad, melihat kunjungan regional Shehbaz Sharif dan kunjungan Field Marshal ke Tehran, Islamabad-2 kemungkinan tidak akan terjadi sebelum hari Minggu.

Asap putih perdamaian belum terlihat, tetapi mesin diplomasi sudah berputar kencang. Komandan militer Pakistan di Tehran, Perdana Menterinya berkeliling Timur Tengah, semua bergerak serempak. Mampukah mereka mengantar Iran dan AS ke meja kesepakatan permanen?

Islamabad-2 mungkin memang di depan mata. Atau hanya sekadar asap tanpa api?

Yang jelas, dunia menunggu.(sl)