Amir Abdollahian: Uji Coba Rudal demi Memperkokoh Pertahanan Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i32301-amir_abdollahian_uji_coba_rudal_demi_memperkokoh_pertahanan_iran
Hossein Amir Abdollahian, asisten ketua parlemen Republik Islam Iran bidang internasional mengatakan, uji coba rudal negara ini sepenuhnya isu internal dan berkaitan dengan pengokohan kemampuan pertahanan Republik Islam.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 04, 2017 01:42 Asia/Jakarta
  • Hossein Amir Abdollahian
    Hossein Amir Abdollahian

Hossein Amir Abdollahian, asisten ketua parlemen Republik Islam Iran bidang internasional mengatakan, uji coba rudal negara ini sepenuhnya isu internal dan berkaitan dengan pengokohan kemampuan pertahanan Republik Islam.

IRIB News melaporkan, Amir Abdollahian Jumat (3/2) malam saat diwawancarai televisi Rusia al-Youm menambahkan, uji coba rudal Republik Islam Iran untuk menghadapi musuh regional.

 

Asisten khusus ketua parlemen Iran ini juga mengisyaratkan undang-undang anti imigran Presiden AS, Donald Trump dan menjelaskan, Trump harus mencegah masuknya warga Arab Saudi ke Amerika karena Riyadh pendukung terorisme dan kelompok teroris di kawasan.

 

Hossein Amir Abdollahian menekankan, jika Trump merobek kesepakatan nuklir, maka Iran akan membakarnya.

 

Di babak baru koordinasi Washington dan Riyadh, Trump Jumat malam lalu seraya mengklaim perang anti terorisme, menginstruksikan penerapan pembatasan luas bagi masuknya imigran dari negara-negara Islam termasuk Iran, Irak, Sudan, Somalia, Libya, Suriah dan Yaman ke wilayah Amerika.

 

Langkah presiden baru Amerika ini hanya beberapa bulan setelah terbongkarnya keterlibatan 15 warga Arab Saudi di peristiwa teror 11 September 2001 yang menarget menara kembar di New York serta berbagai instansi penting di Washington.

 

Menyusul terbongkarnya dokumen keterlibatan warga Arab Saudi di operasi teror ini, mayoritas keluarga korban mulai mengajukan gugatan terhadap pemerintah Riyadh dan Partai Republik serta Demokrat juga dilaporkan melakukan tekanan untuk membongkar dokumen tersebut. Sementara itu, Barack Obama, presiden Amerika saat itu dibungkam Arab Saudi dengan ancaman penarikan asetnya dari Amerika sebesar 100 miliar dolar.

 

Trump sebelumnya menekankan, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) adalah kesepakatan terburuk yang hingga kini ada.

 

Selama masa kampanye pilpres, Trump senantiasa menyebut JCPOA sebagai tragedi dan kesepakatan buruk serta berjanji akan merobek kesepakatan ini jika berhasil menang sebagai presiden. (MF)