Iran Minta Arab Saudi Terima Realitas
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan Arab Saudi harus menerima realitas perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Sadeq Hossein Jaberi Ansari dalam wawancaranya dengan harian Rooznameh Iran, terbitan Ahad (6/3/2016), menuturkan kebijakan konfrontatif untuk melawan perubahan internal dan eksternal telah gagal dan Saudi perlu menyusun kebijakannya untuk hidup berdampingan dengan transformasi tersebut.
“Masalah Saudi adalah karena tidak menerima realitas dan transformasi internal, regional dan internasional. Memungkiri perubahan itu akan menelan biaya besar bagi Riyadh,” tambahnya.
Menurut Jaberi Ansari, Riyadh sedang berperang untuk kembali ke masa lalu dan kebijakan luar negeri Saudi berada di titik yang berlawanan dengan kebijakan luar negeri Iran.
“Mengejar kebijakan itu secara konstan telah menyebabkan ketegangan dan krisis di kawasan,” tandasnya.
Jaberi Ansari menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan ketegangan dan krisis dalam hubungan dengan Saudi dan juga dengan negara-negara Islam dan tetangganya, tapi Saudi terang-terangan mengadopsi kebijakan Iranphobia.
“Kebijakan konfrontatif Saudi tidak dapat berlanjut dan negara itu cepat atau lambat harus menjaga simbiosis dan kepentingannya dengan memahami realitas dunia dan kawasan,” ujarnya.
Ia menandaskan bahwa selama Arab Saudi mengejar ketegangan dan krisis di kawasan, maka upaya-upaya mediasi tidak akan membuahkan hasil. (RM)