Iran Sindir Pihak yang Normalisasi Hubungan dengan Israel
Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk Urusan Internasional, mengatakan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel akan memberikan kontribusi pada pelanggaran hak-hak bangsa Palestina.
"Satu-satunya jalan untuk melawan pendudukan rezim Zionis adalah intifada dan resistensi bangsa tertindas Palestina," tegas Hossein Amir-Abdollahian dalam pertemuan dengan Hussein Ragheb al-Hassan, anggota parlemen Suriah di Tehran, Senin (27/2/2017).
Pada kesempatan itu, Amir-Abdollahian menekankan pentingnya menjaga isu Palestina sebagai prioritas pertama dunia Islam.
Ia juga menyampaikan penyesalan atas meningkatnya serangan teroris terhadap warga sipil, perempuan dan anak-anak yang terkepung di kota Foua dan Kefraya di Provinsi Idlib, Suriah.
"Iran bertekad untuk memerangi kelompok-kelompok teroris di kawasan dan membantu Suriah," tandasnya.
Menurut Amir-Abdollahian, PBB sama sekali tidak mengambil langkah positif untuk mencegah kejahatan teroris di Suriah. "Pemerintah dan parlemen Iran mendukung terciptanya perdamaian dan stabilitas serta kehancuran kelompok teroris Takfiri di kawasan," ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Ragheb al-Hassan mengatakan, arahan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran terkait sentralitas isu Palestina bagi dunia Islam dan dukungan terhadap hak-hak legal bangsa Palestina, merupakan tugas pokok kaum Muslim.
Ia juga menyesalkan sikap pasif masyarakat internasional terhadap kejahatan kelompok teroris di Suriah.
"Lembaga-lembaga internasional dan HAM dalam menyikapi kejahatan teroris, sama sekali tidak mengambil tindakan kemanusiaan untuk membantu warga di kota Foua dan Kefraya," pungkasnya. (RM)