Abdollahian: Krisis Suriah terkait Keamanan Israel
-
Amir Abdollahian
Asisten khusus ketua parlemen Republik Islam Iran bidang internasional, Amir Hossein Abdollahian mengatakan, akar dari perang di Suriah terkait dengan upaya menjaga keamanan rezim Zionis Israel dari ancaman kebangkitan Islam.
Abdollahian Jumat (24/3) saat diwawancarai icana.ir menyebut penyimpangan kebangkitan Islam “Musim Semi Arab” sebagai konspirasi Barat. Ia menambahkan, anak panah penyelewengan kebangkitan Islam telah membidik Damaskus, karena Suriah memiliki posisi istimewa di Timur Tengah yang merusak konstelasi keamanan rezim Zionis Israel.
Asisten khusus ketua parlemen Iran ini menyebut kehadiran muqawama di Dataran Tinggi Golan sebagai indikasi peningkatan kekuatan poros muqawama. “Tel Aviv di kondisi seperti ini membutuhkan tensi dan konflik internal di Suriah, dan apa yang terjadi di Suriah saat ini adalah rekayasa balik Israel terhadap kebangkitan Islam dan Iran,” papar Amir Abdollahian.
Seraya menjelaskan bahwa Suriah memainkan peran signifikan dalam memperkokoh poros muqawama anti rezim penjajah al-Quds mengingatkan, Suriah adalah medan pertempuran antara front muqawama melawan teroris Takfiri serta Israel.
Mantan deputi menlu Iran bidang Arab dan Afrika juga mengkritik Arab Saudi karena memperparah perang di Suriah dan membentuk kelompok teroris Takfiri di kawasan. Abdollahian menjelaskan, berbeda dengan Arab Saudi yang menyalahgunakan atmosfer politik Suriah, Republik Islam Iran tidak pernah mengingkari reformasi politik di Suriah.
Terkait potensi pembukaan kembali kedubes Arab Saudi di Tehran, Amir Abdollahian mengatakan, Saudi saat ini tidak memiliki keyakinan mengenai hubungan diplomatik dengan Iran dan pertama Riyadh harus memiliki rasa kebutuhan tersebut sehingga hubungan kedua negara bisa dimulai kembali.
Ia menekankan, Iran dan Arab Saudi dua negara besar dan berpengaruh di Timur Tengah dan dunia Islam serta pemulihan hubungan Tehran-Riyadh dapat memainkan peran penting dalam mengembalikan stabilitas di Asia Barat. (MF)