Rouhani Resmi Bersaing pada Pilpres ke-12 Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i36038-rouhani_resmi_bersaing_pada_pilpres_ke_12_iran
Presiden petahana Iran, Hassan Rouhani, telah mendaftar untuk bersaing pada pemilihan presiden ke-12 mendatang.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Apr 15, 2017 01:35 Asia/Jakarta

Presiden petahana Iran, Hassan Rouhani, telah mendaftar untuk bersaing pada pemilihan presiden ke-12 mendatang.

Rouhani tiba di Kantor Pemilihan Umum Kementerian Dalam Negeri Iran, pada Jumat (14/4/).

 

Proses pendaftaran untuk pilpres 19 Mei dimulai pada Selasa dan ditutup pada hari Sabtu (15/4).

 

Rouhani sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota Majelis Ahli, ketua riset strategis Dewan Penentu Kebijakan Negara dan anggota dewan yang sama.

 

Dia juga pernah menjadi anggota Dewan Tinggi Keamanan Nasional (SNSC). Dia juga menjabat sebagai sekretaris dewan dan juru runding nuklir Iran.

 

Rouhani menjadi anggota Parlemen Iran sejak 1980-2000, dan sebagai wakil ketua parlemen pada 1992-2000.

 

Ia terpilih sebagai Presiden Iran pada 15 Juni 2013 mengalahkan walikota Tehran Mohammad Baqer Qalibaf dan empat kandidat lainnya. Dia memulai masa tugasnya pada tanggal 3 Agustus 2013.

 

Rouhani terjun ke pilpres ke-11 dengan slogan “moderasi” empat tahun lalu dan berhasil menang pada ronde pertama dengan perolehan suara mencapai 50,88 persen.

 

Kepada para wartawan setelah mendaftarkan namanya, Rouhani mengaku telah memenuhi janjinya kepada rakyat Iran selama kampanye untuk masa jabatan pertamanya.

 

Ditambahkannya bahwa kinerja ekonomi pemerintahan ke-11 Iran, lebih baik daripada pendahulunya dalam beberapa tahun terakhir, dan mengatakan bahwa proyek yang "belum pernah terjadi sebelumnya dalam perekonomian Iran" senilai 20 miliar dolar akan diresmikan di kota pelabuhan Assaluyeh di provinsi Bushehr, Iran selatan pekan depan.

 

Ditegaskannya bahwa pada masa pemerintahannya, nilai mata uang Iran lebih stabil dibandingkan dengan pound dan euro.

 

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa kesepakatan nuklir 2015, atau yang dikenal dengan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), merupakan salah satu keberhasilan utama pemerintahannya dan bahwa menjaga kesepakatan tersebut sangat penting bagi ekonomi dan politik Iran.(MZ)