Rouhani: Pesan Bi'tsah harus Dipelajari untuk Atasi Krisis Regional
https://parstoday.ir/id/news/iran-i36644-rouhani_pesan_bi'tsah_harus_dipelajari_untuk_atasi_krisis_regional
Presiden Republik Islam Iran menekankan pentingnya untuk mengambil pelajaran dari pesan Bi'tsah Nabi Muhammad Saw untuk menyelesaikan persoalan regional.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Apr 25, 2017 15:28 Asia/Jakarta
  • Presiden Hassan Rouhani
    Presiden Hassan Rouhani

Presiden Republik Islam Iran menekankan pentingnya untuk mengambil pelajaran dari pesan Bi'tsah Nabi Muhammad Saw untuk menyelesaikan persoalan regional.

Hassan Rouhani menegaskan hal itu dalam pidatonya di hadapan para pejabat pemerintah dan Duta-duta Besar dari berbagai negara Muslim dalam pertemuan dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran di Tehran, Selasa (25/4/2017).

Dalam pidato pembukaan itu, Rouhani mengucapkan selamat Hari Mab'ats (pengutusan Nabi Muhammad Saw sebagai Rasulullah) kepada umat Islam di seluruh dunia dan bangsa Muslim Iran.

Ia mengatakan, dunia Islam sedang didera kekerasan, teror, Takfiri, instabilitas dan ketidakamanan, dan hari ini, dengan mengambil pelajaran dari Bi'tsah Nabi Muhammad Saw, semua harus mengerahkan semua upayanya agar negara-negara Muslim terlepas dari persoalan, ketidakamaan dan instabilitas.

Presiden Iran menambahkan, Nabi Suci Islam ketika diutus sebagai Nabi, masyarakat dipenuhi dengan kekerasan, kemiskinan dan diskriminasi, dan sekarang dunia Islam yang sedang dilanda persoalan, ketidakamanan, ketidakstabilan dan instabilitas memerlukan untuk mendengar dan memahami pesan Bi'tsah lebih dari sebelumnya.

Rouhani lebih lanjut menyinggung pemilu di Iran yang akan digelar pada tanggal 19 Mei 2017. Ia menyebut Demokrasi Religius sebagai salah satu hadiah dari Bi'tsah Nabi Muhammad Saw.

Ia menuturkan, rakyat Republik Islam Iran –di bawah bayangan bimbingan dan arahan Pemimpin Besar Revolusi Islam, di mana dengan keberanian, selalu membela Republik Islam dan mengajak semua untuk  meneggakkan hukum– sedang menunggu pemilu yang sehat, aman, adil dan luas.

Di bagian lain pidatonya, Rouhani mengatakan, rakyat Iran –dengan berpatisipasi dalam pemilu presiden dan pemilu Dewan Kota dan Desa– sedang menciptakan epik baru, dan kebanggaan Republik Islam adalah semua pejabat tinggi negara, secara langsung maupun tidak langsung, memperoleh kewenangannya dengan sah melalui suara rakyat.  

Pilpres Iran periode ke-12 akan digelar bersamaan dengan pemilu Dewan Kota dan Desa. Pemilu ini akan diselenggarakan pada tanggal 19 Mei 2017. (RA)