Empat Capres Iran Berkampanye dan Sampaikan Program Mereka
-
Kandidat Pemilu Presiden Iran
Empat calon presiden dari keseluruhan enam capres dalam pemilu presiden Republik Islam Iran periode ke-12 telah menjelaskan kebijakan-kebijakannya di berbagai sektor di hari-hari kampanye mereka.
Hassan Rouhani, capres dan Presiden petahana Iran dalam kampanyenya di Provinsi Hormozgan, selatan Iran pada Minggu (30/4/2017) mengatakan, saat ini Iran telah maju di bidang ekonomi, ilmiah dan internasional, dan tidak akan pernah bersedia untuk kembali ke belakang.
Ia menilai tanggal 19 Mei 2017 sebagai hari bersejarah dan epik bagi semua rakyat Republik Islam Iran.
"Kami tidak mengejar kekerasan dan ekstremisme, dan kami akan melanjutkan jalur kepada kemandirian, martabat, kegigihan, produksi, ketenteraman dan kemajuan Republik Islam Iran," pungkasnya.
Sayid Ebrahim Raeisi Sadaat dalam kampanye di Qazvin pada hari Minggu mengatakan, delapan tahun Pertahanan Suci, berbagai sektor sains dan teknologi, aerospace dan nanoteknologi hari ini menjadi kebanggaan bagi rakyat Iran.
Ia menilai Iran sebagai sebuah negara kaya dengan berbagai sumber daya materi yang melimpah dan memiliki para ahli. Menurutnya, fasilitas yang dimiliki negara bisa digunakan untuk memberantas kemiskinan dan krisis pengangguran.
Es'haq Jahangiri usai merekam berbagai agendanya di Lembaga Penyiaran Nasional Republik Islam Iran (IRIB) pada hari Minggu kepada wartawan mengatakan, semua upaya dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkenalkan tantangan dan solusi, dan kami berharap rakyat Iran akan memilik pilihan yang tepat.
Tentang bagaimana untuk meningkatkan sektor manufaktur, Jahangiri menegaskan, kebijakan terbaik untuk mengerakkan mesin ekonomi Iran adalah kebijakan Ekonomi Muqawama.
Sementara itu, Sayid Mostafa Aqa-Mirsalim dalam wawancara televisi pada Minggu menekankan pentingnya untuk menyiapkan faktor-faktor yang menstimulasi produksi dan lapangan kerja sehingga mata pencaharian masyarakat akan tetap dan stabil.
Aqa-Mirsalim rencananya akan berkunjung ke kota Qom pada Senin dan menyampaikan pidato kampanyenya di hadapan masyarakat dan mahasiswa di kota ini.
Pemilu presiden Iran periode ke-12 akan digelar pada tanggal 19 Mei 2017. (RA)