Jalali: Kemampuan Rudal, Garis Merah Iran
-
Brigadir Jenderal Gholam Reza Jalali
Kepala Organisasi Pertahanan Pasif Republik Islam Iran Brigadir Jenderal Gholam Reza Jalali menyebut kemampuan rudal negaranya sebagai garis merah.
"Republik Islam Iran bersandar pada senjata dan peralatan militernya untuk membela negara," kata Jalali di sela-sela acara peringatan Epik 3 Khordad, ulang tahun pembebasan kota Khorramshahr di barat daya Iran, Rabu (23/5/2018).
Dia menambahkan, Iran memiliki kemampuan dan teknologi rudal, di mana strategi pertahanannya didefinisikan berdasarkan kemampuan dan teknologi tersebut, oleh karena itu, perlindungan terhadap rudal adalah penjagaan terhadap kekuatan pertahanan dan kemerdekaan negara dalam menghadapi kemungkinan serangan musuh.
Kepala organisasi pertahanan pasif Iran juga menyinggung langkah dan gerakan terbaru rezim Zionis Israel di Suriah.
"Dalam krisis Suriah, rezim Zionis (Israel) memiliki peran aktif di sektor ancaman militer dalam skenario yang diciptkan oleh Amerika Serikat," jelasnya.
Jalali menegaskan, salah satu tujuan AS dan rezim Zionis membentuk kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) dan mendukungnya adalah agar kelompok teroris ini menjadi ancaman bagi Iran di kawasan, namun keberhasilan para pejuang Poros Muqawama menumpas Daesh telah membuah rezim Zionis ketakutan.
Di bagian akhir pernyataannya, kepala organisasi pertahanan pasif Iran menyinggung posisi negara-negara Eropa terhadap keluarnya AS secara sepihak dari perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) dan ancaman pemulihan sanksi terhadap Iran.
"Para pejabat Eropa mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kekuatan pertahanan dalam menghadapi serangan ekonomi Amerika, namun mereka bisa melanjutkan kerja sama dengan Republik Islam Iran di level sejumlah insdustri dan bank yang tidak memiliki transaksi dengan Amerika," pungkasnya. (RA)