CEO Iran Air: IATA Harus Dukung Iran Hadapi Sanksi AS
-
CEO Iran Air Farzaneh Sharafbafi
CEO Maskapai Nasional Republik Islam Iran, Iran Air (HUMA) menuntut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mendukung industri penerbangan Iran di hadapan ancaman Amerika yang kembali ingin menjatuhkan sanksi.
Seperti dilaporkan IRNA Rabu (6/6) Farzaneh Sharafbafi, CEO Iran Air yang tengah berada di Sydney, Australia untuk menghadiri pertemuan IATA ke-74 saat bertemu dengan Alexander Duzhonjak, sekjen IATA, menjelaskan sikap maskapai Republik Islam Iran di bidang keamanan dan stabilitas industri ini.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump seraya mengulang dakwaan palsu anti Iran mengumumkan keluarnya negara ini dari JCPOA dan pemulihan kembali sanksi nuklir anti Iran selama tiga hingga enam bulan mendatang.
Petinggi Eropa berulang kali menekankan komitmen Uni Eropa dan anggotanya terhadap JCPOA dan menegaskan pentingnya melindungi perusahaan Eropa dari sanksi anti Iran yang dijatuhkan Amerika.
IATA beranggotakan 260 maskapai penerbangan dan dibentuk sejak April 1945 di Havana, Kuba.
Anggota IATA menempati 83 persen trafik udara di dunia. Kantor pusat IATA berada di kota Montreal, Kanada. (MF)