Usai Bebas, Jurnalis Press TV Berunjuk Rasa di Washington, D.C.
https://parstoday.ir/id/news/iran-i66984-usai_bebas_jurnalis_press_tv_berunjuk_rasa_di_washington_d.c.
Jurnalis dan presenter Press TV kelahiran Amerika Serikat Marzieh Hashemi memperingatkan tentang penangkapan orang-orang yang tidak bersalah dalam sistem peradilan AS.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jan 26, 2019 18:54 Asia/Jakarta
  • Marzieh Hashemi.
    Marzieh Hashemi.

Jurnalis dan presenter Press TV kelahiran Amerika Serikat Marzieh Hashemi memperingatkan tentang penangkapan orang-orang yang tidak bersalah dalam sistem peradilan AS.

Peringatan itu disampaikan Hashemi dalam unjuk rasa di Washington, D.C., Jumat, 25 Januari 2019. Dia mengatakan bahwa penahanannya selama 11 hari tanpa tuduhan oleh Biro Investigasi Federal (FBI) adalah ilegal dan merupakan upaya untuk menanamkan rasa takut pada masyarakat Muslim.

 

"Mereka dapat mengatakan bahwa itu legal, tetapi saya tahu semua orang yang mencintai kebebasan dari seluruh dunia tahu bahwa menahan secara ilegal, saya akan mengatakan, penculikan, pemindahan ... pemenjaraan, melepas jilbab saya dan banyak hal lainnya, ... kita tahu itu adalah ilegal, " kata Hashemi di hadapan demonstran.

 

Dia menambahkan, apa yang mereka coba lakukan adalah mengintimidasi untuk menanamkan rasa takut pada kita masing-masing.

 

Hashemi juga mengatakan bahwa ketika ditahan, petugas FBI memperingatkannya untuk tidak mengungkapkan informasi tentang penahanannya di media.

Pada tanggal 24 Januari 2019, pemerintah AS membebaskan Hashemi setelah 11 hari penahanan ilegalnya di penjara Amerika.

 

Dia ditahan pada 13 Januari 2019 di Bandara Internasional St. Louis Lambert setelah kembali ke Amerika untuk menjenguk keluarganya. Hashemi dibawa ke Washington DC. sebagai saksi dalam kasus yang dirahasiakan.

 

Hashemi telah tinggal di Iran sejak 1982 dan bekerja untuk Press TV sejak 2008.

 

Belasan aktivis berkumpul pada hari Jumat di Gedung Pengadilan Distrik AS di Washington, D.C. untuk memprotes penahanan Hashemi oleh FBI.

 

"AS, memalukan bagimu," teriak para pemrotes, yang menuntut keadilan dan kebebasan berpendapat. (RA)