Zarif Tegaskan Kembali Dukungan Iran kepada Palestina
-
Menlu RII Mohamad Javad Zarif (kanan)
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohamad Javad Zarif menegaskan kembali dukungan negaranya kepada gerakan-gerakan perlawanan dalam menghadapi pendudukan rezim Zionis Israel.
Hal itu disampaikan Zarif dalam pertemuan dengan perwakilan kelompok-kelompok Palestina di Kedutaan Besar Iran di Beirut, ibu kota Lebanon, Minggu malam, 10 Februari 2019.
Zarif menegaskan kembali dukungan Iran kepada Palestina dan mengatakan, kami berdiri di samping rakyat Palestina dan gerakan perlawanan dalam perang melawan pendudukan dan agresi rezim Zionis.
"Dukungan kepada Palestina adalah salah satu kebijakan utama Republik Islam Iran," ujarnya.
Zarif menyebut kebijakan agresif rezim Zionis terhadap Palestina dan negara-negara lain, yang dilakukan dengan dukungan penuh Amerika Serikat sebagai ancaman besar bagi kawasan.
Dalam pertemuan itu, perwakilan kelompok-kelompok Palestina mengapresiasi sikap Iran dalam mendukung Palestina. Mereka menegaskan kembali bahwa motivasi bangsa Palestina untuk melakukan perlawanan telah meningkat selama setahun terakhir menyusul adanya "Kesepakatan Abad" yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump, di mana kesepakatan ini adalah ancaman serius bagi Palestina.
Di antara para tokoh yang hadir dalam pertemuan dengan Menlu Iran adalah Ali Feisal dari Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina, Abdelaziz al-Minavi, anggota Biro Politik Jihad Islam, Ehsan Ataya, perwakilan Gerakan Jihad Islam Palestina di Lebanon dan Talal Naji, Wakil Sekretaris Front Populer untuk Pembebasan Palestina.
Menlu Iran tiba di Bandara Internasional Beirut pada 10 Februari 2019, dan mengatakan bahwa tanda-tanda demokrasi dan perlawanan sangat terlihat di Lebanon.
Kunjungan Zarif ke Lebanon adalah lawatan kenegaraan pertamanya ke Beirut setelah pembentukan pemerintah baru Lebanon pada 31 Januari 2019, yang dipimpin oleh Saad al-Hariri.
Setelah sembilan bulan negosiasi politik yang melelahkan, terbentuklah pemerintahan baru Lebanon yang dipimpin Hariri dan didukung oleh semua kelompok politik.
Mengingat kebijakan luar negeri Iran ditujukan untuk meningkatkan hubungan yang seimbang dengan negara-negara di kawasan, maka kunjungan Zarif ke Beirut penting bagi kawasan. (RA)