Redefinisi JCPOA, Pesan Tegas Iran terhadap Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i69972-redefinisi_jcpoa_pesan_tegas_iran_terhadap_eropa
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Uni Eropa lebih baik memenuhi janjinya terhadap JCPOA, daripada meminta Iran menjalankan secara sepihak perjanjian internasional ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
May 10, 2019 08:05 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Uni Eropa lebih baik memenuhi janjinya terhadap JCPOA, daripada meminta Iran menjalankan secara sepihak perjanjian internasional ini.

Zarif hari Kamis (9/5) menyampaikan pandangannya mereaksi jawaban Uni Eropa tentang kesempatan selama 60 hari yang diberikan Iran supaya memenuhi komitmennya terhadap JCPOA.

"AS selama setahun melakukan gertakan terhadap Eropa dan pihak lain di dunia. Tapi Uni Eropa hanya mereaksinya dengan sekedar kata prihatin," ujar Zarif.

 

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif

Uni Eropa mereaksi tenggat waktu yang disampaikan Iran dengan mengumumkan repolitisasi JCPOA menentang segala bentuk ultimatum mengenai perjanjian internasional tersebut. Statemen ini menunjukkan ketidakmampuan Eropa di hadapan AS, dan mereka tidak bersedia mengambil resiko untuk menjaga keberlanjutan JCPOA.

Selama setahun terakhir, pihak Eropa menyampaikan dukungannya terhadap JCPOA, tapi tidak mengambil langkah signifikan untuk menjaga kepentingan Iran dalam perjanjian internasional tersebut.

Bersamaan dengan pengumuman keluarnya AS dari JCPOA yang disampaikan Trump pada Mei 2018, Eropa meminta Iran tidak keluar dari JCPOA, dan mendesak Tehran memberikan kesempatan kepada mereka untuk meredam dampak dari langkah destruktif Washington terhadap Tehran.

Tapi setelah setahun berlalu, Eropa tidak mengambil langkah penting dan hanya menyampaikan sikap keprihatinannya atas berbagai langkah sanksi AS terhadap Iran. Menyikapi langkah Eropa tersebut, Iran mengambil langkah tegas dengan mengurangi komitmennya terhadap JCPOA, dan memberikan kesempatan kepada Eropa selama 60 hari untuk mewujudkan janjinya.

 

bendera para pihak penandatangan JCPOA

Kesempatan baru ini menjadi pesan tegas Iran kepada Eropa yang disampaikan langsung Presiden Iran, Hassan Rouhani kepada pemimpin trioka Eropa, Rusia dan Cina.

Deputi Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Abbas Araqchi hari Rabu mengatakan, negara-negara anggota JCPOA tahu bahwa pelimpahan berkas Iran ke Dewan Keamanan PBB sebagai garis merah negara ini.

"Jika garis merah ini dilanggar, maka JCPOA akan bubar," ujar Araqchi.

Penurunan tingkat komitmen Iran terhadap JCPOA sebagai jawaban atas sepak terjang AS dan kelalaian Eropa. Iran mengambil langkah baru ini untuk menjaga perimbangan kekuatan di JCPOA, sebagaimana ditegaskan Presiden Iran, "komitmen dibalas komitmen" dan "pelanggaran dibalas pelanggaran".

Jika pihak Eropa tidak menjalankan komitmennya selama 60 hari dari tenggat waktu yang diberikan Tehran, maka Iran akan mengambil langkah baru setahap demi setahap yang akan berdampak terhadap kepentingan Eropa.

Langkah Iran menghentikan penjualan air berat dan uranium yang diperkaya mengindikasikan redefinisi JCPOA dari pihak Tehran. Inilah pesan tegas Iran kepada Eropa.(PH)