Falahatpisheh: AS Lancarkan Perang Psikologis terhadap Iran
-
Falahatpisheh
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran menilai strategi AS adalah meningkatkan perang psikologis terhadap Republik Islam.
Heshmatollah Falahatpisheh Ahad (12/05) di sela-sela sidang terbuka parlemen Iran menyinggung statemen Presiden AS Donald Trump terkait kesiapan Washington berunding dengan Tehran. Legislator Iran ini mengatakan, perundingan dengan Iran memiliki syarat khusus, Iran pasca kemenangan revolusi Islam pernah sekali secara serius terlibat dalam perundingan nuklir dengan AS, tapi gagal karena Washington keluar dari perundingan tersebut.
Falahatpisheh menjelaskan, Iran tidak akan terlibat dalam perundingan yang hasilnya adalah menang dan kalah, selain itu, Republik Islam tidak ingin memperluas krisis dan meyakini di masa mendatang posisi Amerika akan semakin lemah.
"Strategi Republik Islam adalah membalas dan bertahan dalam menghadapi AS. Selama bertahun-tahun, Iran telah mengidentifikasi permusuhan AS dan menyikapinya dengan kesiapan penuh," papar Falahatpisheh.
Lebih lanjut ia menambahkan, melalui persiapan yang diciptakan AS, kebijakan mereka untuk saat ini bukan berunding dengan Iran, sebab kalaupun terbuka peluang serta kondisi bagi perundingan, AS harus menarik kebijakan intervensinya. (MF)