Menlu Iran Tanggapi Usulan Perundingan oleh Trump
-
Mohammad Javad Zarif.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton dan rekan-rekannya di Tim B, sejak dulu ingin menjalankan skenarionya terhadap Iran.
Zarif via akun Twitter-nya hari Ahad (12/5/2019) menulis, "Tuan Trump! Sebelum Anda mempekerjakannya (John Bolton), ia sudah memiliki sebuah skenario untuk Iran."
"(Bolton) memiliki sebuah cetak biru terperinci tentang data intelijen palsu, perang yang berkelanjutan dan bahkan tawaran kosong untuk perundingan. Hanya saja cetak biru itu tidak menyertai nomor telepon," tambahnya seperti dilansir Kantor Urusan Media Kemenlu Iran.
Gedung Putih baru-baru ini menyerahkan sebuah nomor telepon kepada Kedutaan Besar Swiss di Tehran agar pemerintah Iran bisa menggunakannya untuk menghubungi Trump.
Bolton – sebelum menduduki posisi Penasihat Keamanan Nasional AS – berulang kali berbicara tentang serangan militer ke Iran dan perubahan sistem Republik Islam. Dia juga mengkritik perundingan nuklir dengan Tehran dan kesepakatan nuklir JCPOA.
Setelah Bolton bertugas di Gedung Putih, Trump kemudian mengeluarkan perintah penarikan AS dari JCPOA dan penerapan kembali sanksi terhadap Iran. (RM)