Rouhani: Langkah AS anti Bangsa Iran, Kejahatan anti Kemanusiaan
-
Presiden Iran Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani menyebut langkah Amerika Serikat anti bangsa Iran sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan menjelaskan, perang Amerika bukan hanya terhadap pemerintah Iran, namun juga terhadap 82 juta warga negara ini.
Pusat penerangan kantor kepresidenan Iran melaporkan, Hassan Rouhani Selasa malam (21/05) saat menghadiri sidang dewan administrasi Provinsi Azerbaijan Barat mengisyaratkan sanksi ilegal Amerika terhadap Iran. “Selain menjatuhkan sanksi, Amerika bahkan menghalangi pengiriman obat-obatan dan makanan ke Iran,” papar Rouhani.
Seraya menekankan bahwa Republik Islam sebagai simbol agama, Islam, kemuliaan dan independensi dihadapan AS, Rouhani mengungkapkan, bangsa Iran tidak akan pernah tunduk dihadapan arogansi musuh.
Hassan Rouhani menambahkan, Iran akan menjual minyaknya dan akan menjauhkan sanksi Amerika dengan penuh kebanggaan.
Presiden Iran menekankan, kekalahan bangsa Iran dari Gedung Putih tidak mungkin terjadi.
Amerika setelah keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) mulai mengobarkan kampanye besar-besaran untuk menerapkan represi terhadap Iran.
Presiden Amerika Donald Trump Selasa 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran dan memulihkan sanksi sepihak serta ilegal terhadap Tehran.
Langkah Trump tersebut menuai kecaman luas baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Selasa pekan lalu saat bertemu dengan pejabat pemerintah menekankan, opsi pasti bangsa Iran adalah resistensi terhadap AS dan akan memaksa Amerika mundur dalam konfrontasi ini.
Republik Islam Iran memainkan peran utama dalam melawan konspirasi dan langkah poros AS, Saudi dan Zionis di kawasan.