Protes Iran atas Politisasi Perang Melawan Narkotika
-
Eskanda Momeni
Sekjen Badan Anti-Narkotika Iran dalam pertemuan tahunan Komisi Narkotika PBB di Wina, memprotes diskriminasi dan politisasi kerja sama kemanusiaan termasuk perang melawan narkotika.
Eskandar Momeni pada pertemuan itu mengatakan, keberhasilan perang melawan narkotika membutuhkan partisipasi masyarakat internasional berdasarkan prinsip tanggung jawab bersama, dan prinsip pembangunan PBB.
Data menunjukkan, alasan kurangnya perhatian masyarakat dunia terhadap masalah penanaman dan produksi opium, justru mempercepat produksi narkotika.
Komandan Polisi Iran, Brigjen Hossein Ashtari menjelaskan, pasca kehadiran pasukan Amerika Serikat di Afghanistan, produksi berbagai jenis narkotika mengalami peningkatan 50 kali lipat, dan kami meminta organisasi internasional terutama PBB untuk memperhatikan pengaruh kehadiran Amerika di Afghanistan terhadap peningkatan penanaman dan produksi narkotika di negara ini.
Iran sejak empat tahun lalu melancarkan perang total melawan narkotika. Urgensitas keterlibatan Iran dalam perang ini cukup signifikan sampai PBB menyebut negara ini sebagai pemegang panji perang melawan narkotika.
Perang melawan penyelundupan narkotika bagi Iran berbiaya tinggi. Sejak setahun lalu, sekitar 30 pasukan penjaga perbatasan Iran gugur, dan terluka, dalam perang tidak seimbang ini Iran berhasil menyita sekitar 1000 ton berbagai jenis narkotika, jumlah yang sangat fantastis dalam sejarah dunia.
Sekjen Badan Anti-Narkotika Iran di pertemuan PBB menuturkan, pasukan penjaga perbatasan Iran sukses melaksanakan 2.319 operasi, dan kontak senjata dengan kelompok bersenjata, penyelundup narkotika, dan jaringan narkotika internasional.
Ia menambahkan, pasukan penjaga perbatasan Iran menghancurkan 1886 kelompok penyelundup bersenjata, dan jaringan penyelundup lokal, regional serta internasional, menyita sekitar 815 ton narkotika, termasuk 36 ton heroin, morfin, dan 72 ton ganja.
Tidak hanya di tingkat internal, bahkan regional dan internasional, Iran bertekad menumpas penyelundupan dan peredaran narkotika. Perang ini sangat menguntungkan banyak negara dunia, namun negara-negara ini juga menolak memberikan bantuan kepada Iran, dan membagi teknologinya dengan dalih sanksi Amerika terhadap Iran.
Pada kenyataannya, Iran dalam perang melawan penyelundupan narkotika sangat sedikit mendapat bantuan dari masyarakat internasional.
PBB sendiri berterimakasih kepada Iran dan mengatakan, kewajiban utama PBB adalah mendukung Iran dalam memerangi penyelundupan narkotika, dan menyediakan infrastruktur di bidang ini.
Pengalaman puluhan tahun menunjukkan, segala bentuk strategi diskriminasi, dan politisasi dalam perang melawan narkotika, telah menimbulkan kerugian sangat besar, dan hal ini harus ditanggung oleh negara-negara yang menerapkan standar ganda.
Belajar dari realitas ini, Iran menegaskan bahwa diskriminasi dan politisasi dalam kerja sama kemanusiaan termasuk perang melawan narkotika, tidak bisa diterima. Maka dari itu PBB diharapkan bisa mengambil langkah independen dalam memerangi penyelundupan narkotika. (HS)