Radar Qadir, Satu Lagi Prestasi Industri Militer Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i86006-radar_qadir_satu_lagi_prestasi_industri_militer_iran
Republik Islam Iran meski tengah mengalami sanksi berat, mampu memenuhi 90 persen kebutuhan pertahanannya.
(last modified 2026-04-18T09:26:41+00:00 )
Okt 07, 2020 07:58 Asia/Jakarta

Republik Islam Iran meski tengah mengalami sanksi berat, mampu memenuhi 90 persen kebutuhan pertahanannya.

Karakteristik penting kemampuan ini adalah memanfaatkan teknologi dan sumber daya manusia dalam negeri di berbagai sektor penting dan vital termasuk sistem pertahanan udara. Di antara kemampuan pertahanan udara Iran adalah radar yang memainkan peran signifikan dan pendukung dalam mengontrol operasi udara.

Di bidang ini Iran mampu meraih banyak prestasi di bidang pertahanan udara termasuk sistem radar, rudal dan sistem telekomunikasi.

Sekaitan dengan prestasi ini, hari Selasa (6/10/2020) radar Qadir bikinan unit kedirgantaraan IRGC diresmikan oleh Mayor Jenderal Seyyed Abdol Rahim Mousavi, komandan pangkalan udara Khatam al-Anbiya dan Komandan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran, Brigjen Hajizadeh.

Radar tiga dimensi Qadir untuk pertama kalinya dipamerkan IRGC tahun 2013 dan sampai saat ini delapan sistem radar jenis ini telah dipasang di berbagai wilayah Iran.

Di antara karakteristik unggul radar Qadir adalah kemampuannya memantau 360 derajat dan 1000 km. Radar ini memiliki kemampuan mendeteksi beragam pesawat siluman dan mampu melawan perang elektronik.

Mayor Jenderal Seyyed Abdol Rahim Mousavi di acara peresmian radar ini  mengatakan, "Dengan peluncuran radar Qadir, kekuatan deteksi dan kendali pertahanan udara terhadap semua bagian wilayah udara Iran telah meningkat dari sebelumnya,".

Mayjen Mousavi mengungkapkan sekitar 20 tahun yang lalu, banyak sistem radar Iran yang gagal, karena kurangnya beberapa komponen, tapi kini  pemuda Iran memiliki kemampuan untuk membangun radar canggih.

Kesuksesan sistem anti udara produk dalam negeri sejatinya sebuah perlindungan keamanan oleh sistem anti udara dalam negeri di seluruh zona udara negara ini di mana setiap pesawat musuh akan dipantau. Urgenistas prestasi ini dapat dicermati di dua sisi:

Pertama, sebuah indikasi peningkatan kemampuan pertahanan udara dan pertahanan terhadap ancaman dan pelanggaran potensial.

Kedua, sebuah jawaban bagi sanksi Amerika khususnya di kondisi saat ini ketika Washington berusaha mencegah pencabutan embargo senjata Iran.

Para ilmuwan dan teknisi industri pertahanan Iran selama beberapa tahun terakhir memanfaatkan teknologi dalam negeri dan berhasil meraih prestasi besar dalam menjamin kebutuhan pertahanan termasuk sistem radar, rudal dan sistem telekomunikasi. Contoh dari prestasi ini adalah produksi beragam sistem radar dan anti udara canggih seperti sistem 15 Khordad dan sistem rudal dan anti udara Sayyad-2 dan 3, sistem Bavar 373. Sistem canggih ini berulang kali telah menunjukkan kemampuannya.

Identifikasi dan pelacakan drone canggih AS RQ-4 Global Hawk pada Juni 2019 dan pengiriman datanya ke sistem 3 Khordad serta kemudian penembakan jatuh pesawat nirawak ini merupakan bukti kemampuan radar canggih Iran .

Becca Wasser, pakar dari RAND Corporation seraya mengisyaratkan bahwa kemampuan sistem anti udara Iran dapat menjadi kendala serius bagi Amerika menulis, "Penembakan drone Amerika menunjukkan bahwa Iran telah menunjukkan salah satu kemampuan militer barunya kepada Washington. Ketika Iran mampu menembak jatuh drone anti radar Amerika dari jarak 18 km, maka ini menunjukkan bahwa Tehran memiliki sistem anti udara canggih."

Prestasi ini sebuah pesan penting bahwa Iran bukan saja tidak berhenti di bidang industri pertahanan karena sanksi Amerika, tapi negara ini bahkan tidak menunggu pencabutan sanksi untuk meraih swasembada militer dan independensi keamanannya. (MF)