Iran Tegaskan Senjatanya untuk Tujuan Pertahanan
Juru bicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei menyebut strategi persenjataan Republik Islam bersifat defensif.
Rabiei dalam wawancara dengan kantor berita IRIB, Kamis (22/10/2020) mengatakan penghapusan embargo senjata Iran sesuai dengan perjanjian nuklir JCPOA.
"Iran tidak memulai perang apapun selama beberapa abad terakhir dan semua strategi persenjataan kami didasarkan pada pertahanan melawan musuh," tegasnya.
Rabiei menuturkan bahwa komunitas internasional menyadari kebenaran posisi Tehran dan mereka mengakhiri Iranophobia palsu yang diciptakan oleh Presiden AS Donald Trump.
"Komunitas internasional tidak mengikuti Trump, dan embargo senjata terhadap Iran yang sejak awal tidak sah dan ilegal, telah dicabut," tambahnya.
Menurut jubir Pemerintah Iran, kebijakan Washington adalah mengubah kawasan ini menjadi gudang senjata dan menghasilkan pendapatan bagi perusahaan senjata AS. Mereka selalu mengutamakan kepentingannya di atas nyawa manusia.
Berdasarkan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, embargo senjata terhadap Iran resmi berakhir pada 18 Oktober 2020. Semua larangan bepergian yang selama ini dipaksakan terhadap para pejabat sipil dan militer Iran juga berakhir secara otomatis. (RM)