Malaysia Butuh 60 Ribu Tenaga Kerja dari Indonesia
Okt 13, 2022 18:23 Asia/Jakarta
-
bendera Malaysia
Pasca pandemi COVID-19, Malaysia kini kembali membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Kalimantan Barat pun sudah dibuka untuk para pelintas.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Raden Sigit Witjaksono, mengatakan, kebutuhan untuk tenaga kerja di Malaysia kurang lebih sebanyak 60 ribu orang.
Sektor pekerjaan yang paling banyak dibutuhkan untuk negeri Jiran ini, adalah sektor pada pekerjaan ladang, perkebunan sawit, kontruksi/manufaktur, dan jasa.
“Jadi jangan lihat orang yang masuk ke Kuching, tapi kebutuhan tenaga kerja dari Malaysia, ini yang banyak, sekitar 60 ribu, dan proses data sudah lebih 8.000 orang. Ini hanya Kuching, Sarawak saja,” jelas Sigit, Kamis, 13 Oktober 2022.
Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang banyak masuk ke Malaysia di antaranya adalah warga dari Sulawesi, NTB, Pontianak dan sekitarnya.
“Total ada 126 PMI yang sudah masuk ke Malaysia sejak April,, sedangkan data yang sudah submit ke database resmi permit.id sebanyak 8.000 orang yang masih menunggu verifikasi data, sebanyak 8.000 ini untuk memenuhi permintaan tenaga kerja dari Malaysia,” papar Sigit.
Terhadap sebanyak 126 orang ini diberangkatkan melalui PLBN Aruk, setelah border dibuka usai dua tahun pandemi COVID-19.
“Kita sendiri mendorong supaya prosesnya lebih cepat, tapi tentu ada aturan yang harus dilewati dan perlu permit dan visa, sebab jika tidak ada visa tidak bisa masuk,” terangnya.
Sigit menyebutkan, pelintas di PLBN Aruk saat semakin meningkat dibandingkan pada bulan April-Juni lalu. Sebelumnya pelintas hanya berkisar 400 orang saja, namun saat ini sudah mencapai seribu pelintas.
“Aruk sekarang sudah seribu pelintas. Dibanding bulan April, Mei, dan Juni baru 400-an sekarang sudah di atas 700 hingga 800-an dalam sehari bisa seribu. Kalau kendaraan lewat Aruk sekitar 50, kalau lewat Entikong lebih banyak lagi karena bis lewat situ,” tukasnya. (kumparan.com)
Tags