Malaysia Tolak Repatriasi Paksa Pengungsi Rohingya
-
pengungsi Rohingya
Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah menyatakan negaranya tidak menyetujui pemulangan paksa pengungsi Rohingya ke Myanmar.
"Aksi dan bantuan negara-negara anggota ASEAN untuk membantu repatriasi sukarela pengungsi Rohingya ke Myanmar sedang dibahas komisi khusus tingkat menteri luar negeri yang bersidang di Singapura," ujar Menlu Malaysia.
Saifuddin Abdullah menegaskan bahwa pemulangan pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Rakhine harus dilakukan secara sukarela, bukan paksaan.
"Repatriasi pengungsi Rohingya akan dimulai tahun depan," tegasnya.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-bangsa, PBB dalam laporan terbarunya terkait Myanmar mengumumkan, pemerintah Myanmar hingga kini tidak menyiapkan satupun prasyarat kehidupan normal bagi warga Muslim.
Jubir UNHCR, Andrej Mahecic yang meninjau langsung pemukiman warga Muslim Rohingya di Rakhine mengatakan, warga wilayah ini tidak punya akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dan bagi mereka diberlakukan pembatasan-pembatasan di bidang pendidikan.
Padahal pada Juni 2018 lalu pemerintah Myanmar sudah berjanji di hadapan lembaga-lembaga internasional untuk menyiapkan prasyarat kembalinya para pengungsi Muslim Rohingya secara sukarela, aman dan permanen dari Bangladesh.
Pada 25 Agustus 2017, ekstremis Budha yang didukung tentara Myanmar menyerang Muslim Rohingya di Rakhine yang menyebabkan enam ribu orang Rohingya tewas dan delapan ribu lainnya cedera. Selain itu, sekitar satu juta orang mengungsi untuk menyelamatkan diri, terutama ke Bangladesh.(PH)