Langkah Provokatif Zionis Berlanjut, Hamas Peringatkan Israel
-
Pemukim Zionis di Kompleks Masjid al-Aqsa.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) memperingatkan rezim Zionis Israel agar tidak melanjutkan agresinya di kota al-Quds dan juga menghentikan aksi provokatif warga Zionis di Kompleks Masjid al-Quds.
Hamas menilai segala konsekuensi dari peningkatan ketegangan dan bentrokan di kota al-Quds, sebagai tanggung jawab yang harus dipikul oleh rezim Zionis.
83 pemukim Zionis dan 80 siswa sekolah Yahudi melakukan aksi provokatif di Kompleks Masjid al-Aqsa pada hari Rabu.
Yehuda Joshua Glick, seorang rabbi dan anggota garis keras Knesset, juga memasuki Kompleks Masjid al-Aqsa bersama para pemukim Zionis.
Di sisi lain, militer Israel telah mengirim lebih banyak pasukan ke al-Quds pendudukan sejak awal bulan suci Ramadan.
Mereka menyerang warga Palestina di daerah Bab al-Amud di al-Quds tengah dalam beberapa hari terakhir dan sejauh ini telah menahan 38 warga Palestina.
"Penjajah bertanggung jawab atas agresi dan provokasi berbahaya di dalam dan sekitar Masjid al-Aqsha, termasuk Bab al-Amud, yang telah menyakiti perasaan rakyat Palestina dan umat Islam dunia," kata Penasihat Biro Politik Hamas untuk Bidang Media Tahir al-Nuno pada Rabu (6/4/2022) malam seperti dilansir Pusat Informasi Palestina.
Dia menjelaskan, musuh (Zionis) sekali lagi melakukan kesalahan dan berpikir bahwa dengan mengirimkan ribuan pasukan ke al-Quds dan menekan orang-orang Palestina akan bisa melemahkan tekad mereka dan mengusir mereka dari Masjid al-Aqsa dan al-Quds.
"Faktanya adalah bahwa represi, tindakan teroris dan agresi rezim ini tidak dapat memajukan proyek Yahudisasi dan dominasi Zionis terhadap al-Quds dan Masjid al-Aqsa," tegasnya.
Pasukan dan warga Zionis telah berulang kali menyerbu Masjid al-Aqsa dalam beberapa hari terakhir dan bentrok dengan warga Palestina di sekitar masjid tersebut, terutama di lingkungan Bab al-Amud. Bentrokan ini menyebabkan jemaah Palestina terluka. (RA)