Yahya Saree: AS dan Inggris Harus Tinggalkan Wilayah Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i142188-yahya_saree_as_dan_inggris_harus_tinggalkan_wilayah_yaman
Juru bicara militer Yaman, Yahya Saree menekankan, Inggris dan AS harus menganggap serius ancaman pemimpin Yaman, dan segera meninggalkan negara ini.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Mar 23, 2023 17:09 Asia/Jakarta
  • Yahya Saree
    Yahya Saree

Juru bicara militer Yaman, Yahya Saree menekankan, Inggris dan AS harus menganggap serius ancaman pemimpin Yaman, dan segera meninggalkan negara ini.

Militer Yaman Rabu (22/3/2023) bertepatan dengan peringatan kesembilan perlawanan terhadap koalisi Arab Saudi, menggelar manuver perang yang diikuti seluruh unit angkatan bersenjata negara ini.

Seperti dilansir FNA, Yahya Saree mengatakan, latihan perang yang digelar ini ditujukan bagi kesiapan seluruh unit angkatan bersenjata.

Seraya menjelaskan bahwa pesan latihan perang ini kepada bangsa Yaman adalah militer dan angkatan bersenjata mereka berada dalam kesiapan tinggi untuk melawan setiap agresi, Yahya Saree menambahkan, terkait negara-negara agresor dan khususnya AS, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), mereka juga mendapat pesan dari latihan ini bahwa jika mereka mencintai perdamaian, maka kami juga akan berdamai, tapi jika kalian menghendaki perang, kami juga hadir di medan perang dan sepenuhnya siap.

"Seluruh unit militer drone, rudal, udara, dan darat akan mengikuti latihan perang ini, dan untuk menyatakan kesiapan menghadapi setiap pernag, baik di bulan Ramadan atau di bulan lain," ungkap Yahya Saree.

Ia menilai musuh memiliki dua opsi, berdamai, di mana hal ini juga diinginkan oleh bangsa Yaman, atau melanjutkan kesombongan dan keras kepala mereka.

Arab Saudi dengan dukungan AS, UEA dan sejumlah negara lain menyerang Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade total negara ini dari darat, udara dan laut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan dan melukai ratusan ribu rakyat Yaman, serta memaksa empat juta orang mengungsi. (MF)