Al-Nakhalah: Perang Berlanjut, maka Seluruh Faksi Muqawama akan Terlibat
-
Al-Nakhalah
Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina seraya menekankan bahwa muqawama akan membalas teror anggotanya dengan menembakkan roket ke Tel Aviv mengatakan, jika perang terbaru dengan Zionis berlanjut, seluruh faksi muqawama akan terlibat.
Militer rezim Zionis Israel Selasa (9/5/2023) melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Selama agresi brutal tersebut 35 warga Palestina gugur dan sedikitnya 150 orang lainnya terluka.
Di hari kedua agresi rezim Zionis ke Gaza, kamar operasi bersama kelompok muqawama memulai aksi balasan dan menembakkan lebih dari seribu roket ke bumi Palestina pendudukan.
Pada akhirnya hari Sabtu (13/5/2023), dengan mediasi Mesir dan Qatar disepakati gencatan senjata antara muqawama dan Israel sehingga Gaza kembali tenang.
Menurut laporan laman hayawashington.com, Ziyad al-Nakhalah mengungkapkan, meski ada partisipasi terbatas Front Rakyat dan Kataib al-Mujahidin di perang terbaru dengan rezim Zionis, Jihad Islam memikul perang terbaru, dan jika perang ini berlanjut, maka Hamas, seluruh kelompok dan Hizbullah juga akan bergabung.
"Perhitungan musuh terkait Hizbullah dan faksi muqawama Palestian serta keterlibatan mereka dalam perang, mencegah eskalasi agresi musuh, dan kami tidak ditekan untuk menerima gencatan senjata," ungkap sekjen Jihad Islam Palestina.
Sekjen Jihad Islam menyebutkan, gugurnya Sheikh Khader Adnan, tawanan Palestina di penjara Zionis sebuah teror langsung, dan Israel sengaja membuatnya gugur.
Lebih lanjut ia menambahkan, teror setiap komandan atau anggota akan dibalas dengan tembakan roket ke Tal Aviv, dan kelompok muqawama Arin al-Usud terdiri dari seluruh pendukung muqawama Palestina, dan anggota dari sejumlah kelompok juga ada di sana. (MF)