Israel Akui 1.000 Tentaranya Terluka di Gaza, Sebagian Kecil Dirawat
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i158028-israel_akui_1.000_tentaranya_terluka_di_gaza_sebagian_kecil_dirawat
Surat kabar Rezim Zionis, mengabarkan Angkatan Bersenjata Israel, setelah berminggu-minggu menolak mengumumkan data korban luka dalam operasi darat di Gaza, akhirnya mengumumkan data tersebut.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 28, 2023 18:23 Asia/Jakarta
  • tentara Rezim Zionis
    tentara Rezim Zionis

Surat kabar Rezim Zionis, mengabarkan Angkatan Bersenjata Israel, setelah berminggu-minggu menolak mengumumkan data korban luka dalam operasi darat di Gaza, akhirnya mengumumkan data tersebut.

Haaretz, Selasa (28/11/2023) melaporkan, Angkatan Bersenjata Rezim Zionis, mengklaim tentara Israel, yang terluka di Gaza, jumlahnya melebihi 1.000 orang, dan 202 orang di antaranya mengalami luka parah.


Menurut keterangan Angkatan Bersenjata Rezim Zionis, 320 tentara Israel, lain mengalami luka sedang, sementara 470 tentara lainnya mengalami luka ringan.


Pada saat yang sama, Angkatan Bersenjata Israel, masih melarang publikasi jumlah tentara yang terluka, dan kondisi mereka oleh rumah sakit-rumah sakit, dan sumber medis.


"Dikatakan bahwa di antara korban luka parah hanya 39 orang yang dirawat di rumah sakit, dan tidak ada informasi terkait korban luka yang kondisinya kritis," ujar Haaretz.


Surat kabar Rezim Zionis, tersebut meragukan kondisi para tentara yang terluka dalam operasi darat yang digelar di Jalur Gaza.


Haaretz menulis, "Di antara tentara dengan luka sedang, hanya 182 orang, dan dari tentara dengan luka ringan, hanya 74 orang yang dirawat di rumah sakit."


Sebelumnya Kanal 12 televisi Israel, mengumumkan 1.210 tentara Israel, yang terluka sejak awal operasi darat di Gaza, dianggap sebagai tentara, dan perwira yang cacat.


Analis militer Israel, Rasim Abidat, mengatakan jumlah sebenarnya dari kerusakan, dan korban tentara Israel, akan segera jelas bagi seluruh orang Israel, dan dunia, dan masalah ini akan memperdalam krisis internal Israel. (HS)