Tahun Fiskal Kelam Israel; Krisis Penghidupan Zionis Akan Memburuk
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i182318-tahun_fiskal_kelam_israel_krisis_penghidupan_zionis_akan_memburuk
Pars Today - Lembaga-lembaga resmi Zionis memperkirakan bahwa krisis penghidupan Zionis akan memburuk pada tahun 2026, mengingat resesi ekonomi yang berkelanjutan dan ketidakmampuan untuk mengatasi konsekuensi perang.
(last modified 2025-12-16T03:20:16+00:00 )
Des 16, 2025 10:18 Asia/Jakarta
  • Ekonomi Zionis
    Ekonomi Zionis

Pars Today - Lembaga-lembaga resmi Zionis memperkirakan bahwa krisis penghidupan Zionis akan memburuk pada tahun 2026, mengingat resesi ekonomi yang berkelanjutan dan ketidakmampuan untuk mengatasi konsekuensi perang.

Meskipun krisis ekonomi rezim Zionis telah meningkat secara signifikan setelah perang Gaza yang berkepanjangan dan Perang 12 Hari rezim Israel dengan Iran, sumber-sumber Zionis memperkirakan bahwa krisis ini akan terus memburuk pada tahun 2026 dan akan sangat mengancam penghidupan keluarga.

Menurut laporan Pars Today, surat kabar Zionis Yedioth Ahronoth mengumumkan dalam sebuah laporan bahwa Tel Aviv akan mengalami kenaikan harga dan pajak serta pengurangan tunjangan mulai 1 Januari 2026, yang dapat merugikan rumah tangga antara $250 dan $375 per bulan, yang sangat memengaruhi keluarga berpenghasilan rendah dan menengah.

Pada saat yang sama, Auditor Jenderal Kabinet Israel mengumumkan dalam laporan resmi bahwa biaya hidup di Wilayah Pendudukan meningkat pesat dan peningkatan biaya yang dimulai pada tahun 2025 akan berlanjut pada tahun 2026, yang akan berdampak signifikan pada keluarga. Diperkirakan bahwa keluarga harus menanggung beban tambahan antara $250 dan $375 per bulan tahun depan.

Terlepas dari janji Kabinet Israel untuk mengurangi biaya hidup setelah perang, para ekonom rezim memperkirakan bahwa mulai 1 Januari 2026, Zionis akan menyaksikan gelombang baru kenaikan harga dan pemotongan tunjangan. Diperkirakan juga bahwa mulai awal tahun depan, serangkaian kenaikan harga untuk layanan dan barang kebutuhan pokok akan diterapkan, yang akan sangat memengaruhi keluarga berpenghasilan rendah dengan banyak anak.

Menurut laporan ini, kenaikan harga utama akan terjadi di sektor air Israel, dan Otoritas Air Israel bermaksud untuk menaikkan harga air sebesar dua setengah persen. Kenaikan tarif listrik sebesar 1,5 persen juga telah disetujui, dan harga gas untuk memasak diperkirakan akan naik sekitar 5 persen, yang akan memengaruhi harga makanan di restoran.

Sumber-sumber Israel melaporkan bahwa mengingat resesi ekonomi yang terus berlanjut dan anggaran yang disetujui pada tahun 2025 yang tidak memadai dan gagal mengurangi dampak perang terhadap perekonomian, upah pegawai negeri juga akan dikurangi sebesar 3 persen. Pajak sebesar 1,5 persen juga akan dikenakan pada lahan kosong non-pertanian, yang dapat meningkatkan harga perumahan.

Auditor Jenderal Kabinet Israel menyinggung kenaikan harga pangan, menyatakan bahwa harga pangan di Israel sekitar 51 persen lebih tinggi daripada di negara-negara Uni Eropa dan 37 persen lebih tinggi daripada di negara-negara OECD dalam hal paritas daya beli. Kenaikan harga ini juga tidak hanya terbatas pada makanan, tetapi juga mencakup banyak barang konsumsi lainnya.(sl)