Naim Qassem: Pelucutan Senjata dalam Situasi Agresi Demi Kepentingan Penjajah
-
Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon
Pars Today - Sekretaris Jenderal Hizbullah di Lebanon menyebut pelucutan senjata perlawanan sebagai proyek "Israel-Amerika" sepenuhnya dan mengatakan bahwa setiap upaya untuk memonopoli senjata dalam situasi agresi berkelanjutan oleh rezim Zionis adalah pendahuluan bagi pendudukan berkelanjutan di sebagian wilayah Lebanon selatan.
Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, merujuk pada situasi terkini di Lebanon pada hari Minggu (28/12/2025) dalam acara peringatan Syahid Hajj Mohammad Hassan Yaghi (Abu Salim), dan menganggap Amerika sebagai penyebab utama ketidakstabilan dan kehancuran ekonomi negara sejak 2019.
Menurutnya, “Serangan rezim Zionis terhadap Lebanon belum berhenti meskipun ada gencatan senjata, dan rezim ini terus melanjutkan agresinya.”
Sheikh Naim Qassem menekankan, Selama serangan rezim Israel terhadap Lebanon terus berlanjut, melucuti senjata perlawanan bukanlah demi kepentingan Lebanon, melainkan demi kepentingan penjajah dan pendudukan berkelanjutan di lima titik di selatan.
Merujuk pada pengalaman 42 tahun dalam perlawanan dan mengalahkan rencana rezim Zionis Israel, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa pemerintah Lebanon berhasil karena telah melakukan perlawanan.
Sheikh Naim Qassem menyatakan bahwa perlawanan dan Lebanon telah mematuhi gencatan senjata, tetapi tidak akan ada konsesi mulai sekarang, dan menambahkan, “Lebanon tidak lagi berkewajiban untuk mengambil tindakan apa pun sampai rezim Israel memenuhi kewajibannya.”
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon juga menyerukan penghentian total serangan udara, darat, dan laut, penarikan penuh pasukan penjajah, pembebasan tahanan, dan dimulainya rekonstruksi wilayah selatan, dan mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh mengambil tindakan apa pun sebelum rezim Zionis melaksanakan kewajibannya.(sl)