Hamas Reaksi Serangan Udara Israel di Gaza
Juru bicara Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menilai rezim Zionis Israel sebagai pihak yang tidak komitmen dengan gencatan senjata di Jalur Gaza.
"Serangan udara baru rezim Zionis (Israel) ke Gaza kembali menunjukan bahwa rezim penjajah ini tidak komitmen dengan gencatan senjata," kata Mushir al-Masri dalam wawancara dengan Alalam, Senin (22/8/2016).
Ia menambahkan, Muqawama telah memperingatkan Israel terkait kelanjutan serangannya ke Gaza dan mengumumkan bahwa setiap aksi akan ada reaksi.
Sebelumnya, para pejabat Tel Aviv mengklaim bahwa Israel tidak sedang melanjutkan serangan baru ke Gaza, namun faktanya, jet-jet tempur rezim Zionis membombardir kawasan penduduk dan berbagai pusat militer di Gaza.
Pesawat tempur Israel menyerang berbagai posisi Brigade al-Quds, al-Qassam dan Abu Ali Mustafa di utara Gaza, pada Minggu petang. Di sisi lain, artileri rezim Zionis menghujani lahan pertanian di sekitar Fakultas Pertanian di timur Beit Hanoun, utara Gaza.
Kelompok-kelompok Muqawama menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam terhadap serangan Israel dan pelanggaran gencatan senjata di Gaza.
Kesepakatan gencatan senjata antara para pejuang Palestina dan rezim Zionis ditandatangani pada Agustus 2014. Perjanjian yang dimediasi Mesir ini telah mengakhiri agresi Israel ke Gaza selama 50 hari. (RA)