Ketua Parlemen Suriah Peringatkan Invasi Saudi
Ketua Parlemen Suriah memperingatkan soal pengiriman pasukan Arab Saudi ke negara itu.
Mohammad Jihad Al Laham, Ketua Parlemen Suriah, Ahad (21/2) dalam wawancara dengan surat kabar Lebanon, Sada Al Balad mengatakan, jika Saudi mengirim pasukan ke Suriah, negara itu harus siap dengan dampak-dampaknya, pasalnya mereka akan kembali dalam peti mati.
Jihad Al Laham juga menyinggung kekalahan konspirasi kubu pemberontak Suriah.
"Pemerintah Suriah ingin menggelar pemilu di waktu yang sudah ditetapkan konstitusi, namun pemberontak Suriah dan orang-orang yang mengklaim revolusi, menghambat proses demokrasi di negara ini," paparnya.
Al Laham menegaskan, Bashar Assad, Presiden Suriah adalah pelaksana kehendak rakyat dan segala bentuk upaya yang dilakukan Qatar, Turki dan Saudi serta para pendukungnya untuk menggulingkan pemerintahan Suriah, gagal.
Menurut Ketua Parlemen Suriah, solusi politik adalah strategi terbaik dan menuturkan, militer Suriah akan menindak tegas terorisme dan pihak-pihak yang berupaya mengirim pasukan ke Suriah.
Saudi awal Februari 2016 mengumumkan keinginannya untuk mengirim pasukan darat ke Suriah dengan dalih memerangi terorisme. (HS)