Suriah Sepakati Gencatan Senjata Prakarsa AS dan Rusia
Pemerintah Suriah menyepakati gencatan senjata yang diprakarsai Amerika Serikat dan Rusia, di negara itu.
Kantor berita Reuters (23/2) melaporkan, Kementerian Luar Negeri Suriah, Selasa (23/2) mengatakan, Damakus menyetujui kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Amerika Serikat dan Rusia, serta akan memberlakukannya.
Akan tetapi, Suriah akan tetap melanjutkan operasi menumpas kelompok teroris ISIS dan Front Al Nusra.
Menurut Kemenlu Suriah, meningkatnya kekuatan kelompok-kelompok teroris dan aksi-aksi kejahatan mereka di Suriah, akan menghambat proses pelaksanaan gencatan senjata.
Amerika dan Rusia, Senin (22/2) mengumumkan, gencatan senjata akan mulai diberlakukan 27 Februari 2016 dan meminta Damaskus serta seluruh kelompok bertikai di negara itu untuk mengumumkan sikap soal gencatan senjata ini.
Moskow dan Washington juga mengumumkan, gencatan senjata ini tidak mencakup kelompok teroris ISIS dan Front Al Nusra.
Kelompok-kelompok teroris di Suriah, sudah sekitar lima tahun membuat kekacauan di negara ini. (HS)