4. Poin Penting Tentang Kedua Ayah dan Ibu (2)
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i31315-4._poin_penting_tentang_kedua_ayah_dan_ibu_(2)
Memenuhi panggilan ibu dalam salat mustahab
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Jan 19, 2017 09:27 Asia/Jakarta
  • Bayi
    Bayi

Memenuhi panggilan ibu dalam salat mustahab

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Bila engkau sedang mengerjakan salat mustahab dan ayahmu memanggilmu, maka putuslah salatmu, tapi bila ibumu yang memanggilmu, maka tinggalkanlah salatmu. (Gonahan Kabireh, jilid 1. Hal 148)

Pertentangan perintah dan larangan kedua ayah dan ibu

Setiap kali terjadi pertentangan perintah kedua ayah dan ibu, misalnya ayah mengatakan lakukanlah fulan pekerjaan, dan ibu mengatakan jangan, bila keridhaan keduanya bisa didapatkan, maka lakukanlah. Tapi bila keduanya tidak bisa didapatkan keridhaannya, maka utamakanlah ibu.

Karena pertama, ibu lebih berhak untuk diperlakukan baik daripada ayah, karena lebih banyak mengalami jerih payah dan kesusahan demi anaknya khususnya saat mengandung dan melahirkan serta menyusui.

Kedua, karena ibu berperasaan karena kelembutan dan banyaknya perasaan. Sedikit saja mendapatkan perlakuan tidak sesuai dengan harapannya, dia akan sedih. Tapi ayah karena kekuatan akalnya dibanding ibu, boleh saja dia tidak berpengaruh sama sekali baginya. Khususnya bila ayah memahami bahwa anaknya tidak berniat menentangnya atas dasar penentangan dan pembangkangan, tapi karena untuk menjaga perasaan ibunya.

Poin penting dari Imam Shadiq as

Seorang lelaki mengatakan, “Saya bertanya kepada Imam Shadiq as tentang kalimat “Wa Bilwalidaini Ihsanan” yang ada dalam al-Quran. Ihsan ini apa?”

Beliau berkata, “Ihsan [berbuat baik] kepada kedua ayah dan ibu adalah bersikap baiklah dengan mereka, jangan biarkan mereka meminta sesuatu yang dibutuhkan kepadamu, tapi berikanlah sebelum mereka menyampaikannya, meski mereka dalam kecukupan. Bila engkau tersinggung, jangan sampai mengucapkan “Ah” dan bila engkau dipukul jangan marah bahkan doakan mereka dan mintalah maaf pada mereka. Senantiasa memandang mereka dengan pandangan penuh kasih sayang. Jangan berbicara lebih keras daripada mereka. Jangan berjalan mendahului mereka. Jangan meletakkan tanganmu di atas tangan mereka.”

Allamah Majlisi terkait kalimat terakhir mengatakan, “Yakni ketika memberikan sesuatu jangan tarik tanganmu, sehingga mereka mengambil hadiah tersebut dari tanganmu.” (Sele-ye Rahim, hal 95)

Hak kedua ayah dan ibu setelah meninggal dunia

1. Lunasilah kewajiban mereka yang belum dilunasi saat masih hidup seperti haji, salat, puasa dan hutang-hutangnya, bila punya hutang.

2. Lakukanlah wasiatnya.

3. Jangan lupakan mereka sampai akhir hidupmu dan mohonkan ampunan dan rahmat dan bersedekahlah sebagai pengganti mereka dan lakukanlah amalan mustahab dengan niat untuk mereka demikian juga, kirimlah hadiah spiritual untuk mereka semampumu.

Setiap orang pada sore hari Kamis hendaknya pergi menziarahi kuburan ibu dan ayahnya dan memintakan ampunan untuk mereka. Allah Swt akan menambahkan cahaya pada hati mereka dan menggembirakan mereka serta memenuhi hajat orang yang berziarah ini.

Salat sebagai hadiah bagi ayah dan ibu

Bila seseorang ingin berbuat baik kepada ayah dan ibunya yang sudah meninggal dunia, maka melakukan cara-cara ini:

1. Lakukanlah salat ini setiap hari atau kapan saja dan hadiahkan pahalanya untuk mereka. salat dua rakaat; pada rakaat pertama, setelah membaca surat Fatihah, bacalah 10 kali ayat berikut ini:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ  

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”. (QS. Ibrahim:41)

Pada rakaat kedua, setelah membaca surat Fatihah, bacalah 10 kali ayat berikut ini:

رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan...” (QS. Nuh:28)

Setelah selesai salat, bacalah 10 kali, ayat berikut ini:

رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“...Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS. Isra:24)

2. Bersedekahlah dan hadiahkan pahalanya untuk mereka.

3. Tunaikan qadha salat dan puasanya yang belum dikerjakan pada masa hidup mereka.

4. Bayarlah hutang-hutangnya.

5. Bila mereka punya tanggungan haji, maka tunaikanlah haji sebagai pengganti mereka.

6. Sebagai pengganti mereka ziarahilah kuburan para Imam Maksum as dan doakan mereka di tempat-tempat penuh berkah, demikian juga setiap setelah salat.

Bila seseorang melakukan hal ini, maka rahmat Allah akan terbuka baginya baik di dunia maupun di akhirat dan dia akan mendapatkan akibat yang baik dan tujuan setiap orang adalah untuk mendapatkan akibat yang baik. (Rah-e Takamol, jilid 6, hal 158) (Emi Nur Hayati) 

Sumber: Hak Kedua Ayah dan Ibu serta Anak