Oposisi Terkemuka Suriah Minta Perang atas Damaskus Dihentikan
-
Louay Hussein
Oposisi terkemuka Suriah mengatakan, dengan berkurangnya dukungan negara-negara asing atas kelompok-kelompok pemberontak bersenjata yang ingin menggulingkan pemerintahan Bashar Al Assad, perang di Suriah secara praktis sudah berakhir.
Stasiun televisi Alalam (11/2) melaporkan, Louay Hussein, salah satu oposisi Suriah, Jumat (10/2) mengatakan, upaya-upaya diplomatik yang dilakukan dengan dukungan Rusia, berhasil membuka peluang untuk memulai proses baru mengakhiri perang di Suriah.
Louay Hussein menekankan solusi politik untuk menyelesaikan krisis Suriah dan menuturkan, sekarang tidak ada satu negarapun yang menyatakan dukungan terhadap satu kelompok pemberontak Suriah untuk menggulingkan pemerintah negara ini dengan jalan kekerasan.
Pemberontak Suriah ini mengakui kekalahan anasir-anasir bersenjata dalam perang di Aleppo, Utara Suriah.
Ia menerangkan, Aleppo bukan hanya medan tempur atau arena perang, Aleppo adalah seluruh perang yang berujung dengan kekalahan pemberontak.
Louay Hussein adalah salah satu pemberontak Suriah yang lari ke Madrid, Spanyol pada tahun 2015.
Di sisi lain, kelompok-kelompok teroris, Jumat (10/2) meluncurkan beberapa roket ke pemukiman penduduk Suriah di kota Homs, Barat negara itu. Salah satu roket itu mendarat di wilayah Al Hamra dan menewaskan seorang serta melukai tiga lainnya.
Sebuah mortir juga meledak di dekat wilayah Karam Al Luz dan selain merusak fasilitas publik juga melukai tiga warga Suriah.
Kelompok-kelompok teroris di Utara Homs menembakkan roket ke beberapa desa di sekitarnya dan melukai seorang perempuan Suriah. (HS)