Blokade Udara Saudi Menambah Penderitaan Rakyat Yaman
Tindakan Arab Saudi yang menghalangi pembukaan Bandara Udara Internasional Sanaa, ibukota Yaman telah menyebabkan puluhan ribu orang di dalam dan luar Yaman menghadapi berbagai masalah.
Seperti dilansir situs almotamar.net, menyusul blokade Arab Saudi dan pelarangan pembukaan Bandara Udara Internasional Sanaa, para pasien yang ada di Yaman dan warga negara ini yang tinggal di luar negeri menghadapi banyak masalah.
Selama ini, Arab Saudi memblokade Yaman dan melarang aktivitas Bandara Udara Internasional Sanaa untuk mencegah para pasien di negara ini berobat ke luar negeri.
Para pasien berusaha untuk berobat ke luar negeri disebabkan sistem kesehatan dan pengobatan di dalam Yaman tidak mampu memberikan pelayanan yang tepat karena berlanjutnya serangan udara jet-jet tempur Arab Saudi yang merusak fasilitas kesehatan dan blokade negara ini dari darat, laut dan udara.
Menurut laporan tersebut, penutupan Bandara Udara Sanaa menimbulkan berbagai persoalan bagi para pasien Yaman dan keluar masuknya ribuan warga negara ini serta memperburuk kondisi kesehatan, pengobatan dan kehidupan rakyat Yaman.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 20.000 warga Yaman termasuk ribuan pasien yang sebelumnya ke luar negeri untuk berobat, tidak bisa pulang ke negara mereka.
Selain itu, lebih dari 25.000 warga Yaman yang ingin berobat ke luar negeri juga tidak bisa keluar dari negara mereka, di mana kondisi fisik sebagian besar dari mereka memburuk.
Arab Saudi dengan lampu hijau Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Yaman sejak Maret 2015. Agresi keji ini telah merenggut nyawa lebih dari 11.000 warga Yaman dan melukai puluhan ribu lainnya.
Infrastruktur penting Yaman seperti rumah sakit, sekolah, pabrik, bandara, pelabuhan dan fasilitas publik lainnya juga porak-poranda akibat invasi tersebut. (RA)