Laju Penyakit Kronis di Timur Tengah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i42338-laju_penyakit_kronis_di_timur_tengah
International Journal of Public Health di laporannya yang dirilis 3 Agustus 2017 menyatakan kematian akibat kekerasan dan bentrokan bersenjata di Timur Tengah antara tahun 1990 hinga 2015 rata-rata naik 850 persen.
(last modified 2026-04-21T09:03:56+00:00 )
Aug 07, 2017 06:54 Asia/Jakarta
  • Wabah Menular dan Penyakit Kronis di Timur Tengah
    Wabah Menular dan Penyakit Kronis di Timur Tengah

International Journal of Public Health di laporannya yang dirilis 3 Agustus 2017 menyatakan kematian akibat kekerasan dan bentrokan bersenjata di Timur Tengah antara tahun 1990 hinga 2015 rata-rata naik 850 persen.

Keamanan dalam konteks tradisionalnya yakni tidak ada peperangan telah melewati masanya dan konteknya akhirnya merembet ke bidang kemanusiaan. Selain tidak ada peperangan tidak adanya kemiskinan, kelaparan dan rendahnya penyakit kronis serta wabah menular merupakan bentuk utama dari keamanan kemanusiaan dan lebih luasnya lagi keamanan teritorial. Hal ini sangat penting bahkan salah satu dari tujuan pembangunan milenium PBB (MDG) juga mencantumkan indeks keamanan manusia.

Meski demikian kawasan Timur Tengah meniti fase yang bertentangan dengan tujuan pembangunan milenium PBB. Di laporan International Journal of Public Health disebutkan bahwa kawasan Timur Tengah selama kurun waktu 25 tahun antara tahun 1990 hingga 2015 mengalami peningkatan penyakit kronis. Penyakit kronis adalah penyakit yang menyerang pasien untuk jangka waktu lama dan pada dasarnya penyakit ini memiliki masa yang panjang seperti asma dan diabetes.

Di laporan ini disebutkan bahwa rata-rata kematian di Timur Tengah akibat diabetes selama rentang waktu 1990 hingga 2015  mencapai 216 persen dan angka kematian akibat penyakit implikasi dari diabetes seperti gagal ginjal di kurun waktu tersebut juga meningkat menjadi 179 persen.

Kini pertanyaan pentingnya adalah mengapa penyakit kronis di Timur Tengah selama 25 tahun terakhir meningkat drastis dan pada dasarnya mengapa keamanan/kesehatan manusia di kawasan ini semakin menurun?

Tak diragukan lagi jawaban dari pertanyaan ini adalah meletusnya perang dan instabilitas di Timur Tengah. Kawasan Timur Tengah menyaksikan empat bentuk perang yang mencakup perang eksternal, lintas kawasan, internal di sebuah negara dan teroris.

Perang eksternal mencakup perang yang dilancarkan negara di luar Timur Tengah terhadap negara di dalam kawasan ini. Contoh dari perang ini adalah perang yang dikobarkan Amerika terhadap Irak di tahun 2003 dan perang terhadap Libya di tahun 2011. Perang internal di kawasan mencakup perang yang dikobarkan sebuah negara di kawasan ini terhadap negara lainnya. Contohnya adalah agresi Arab Saudi terhadap Yaman. Sementara perang internal di sebuah negara adalah perang antar kelompok di sebuah negara. Contohnya untuk saat ini adalah perang yang berkobar di Libya dan Yaman. Adapun perang teroris adalah perang yang dikobarkan kelompok teroris terhadap sebuah pemerintahan. Contohnya adalah perang di Irak dan Suriah.

Perang ini menciptakan instabilitas di berbagai negara dan di tingkat kawasan secara umum. Dengan demikian, di laporan International Journal of Public Health disebutkan meningkatnya korban, khususnya sejak tahun 2010 bersamaan dengan meletusnya protes di kawasan Arab dan perang Irak serta Suriah semakin kencang. Perang ini dan instabilitas di samping dampak nyata seperti ratusan ribu orang yang tewas dan cidera, dampak yang tak nyata seperti musnahnya keselamatan mental masyarakat. Musnahnya kesehatan mental masyarakat akan memicu beragam penyakit kronis seperti diabetes, asma dan gagal ginjal.

Mengingat kondisi ini, Timur Tengah bukan saja kawasan paling tidak aman di dunia dari sisi keamanan militer, bahkan juga dari sisi keamanan manusia. (MF)