Ratusan Pelajar Bahrain Mendekam di Penjara Pada Tahun Ajaran Baru
-
penjara
Tahun ajaran baru di Bahrain dimulai dengan absennya lebihd ari 200 pelajar yang hingga kini masih mendekam di penjara rezim Al Khalifa.
Rasa News melaporkan, Ahmad al-Safar, aktivis HAM Bahrain menuntut pembebasan para pelajar tersebut dan mengatakan, "Terhalangnya para pelajar itu untuk melanjutkan studi mereka di sekolah karena alasan politik, sama sekali tidak dapat diterima."
Al-Safar juga mengkhawatirkan relokasi sebagian tahanan yang melakukan aksi mogok makan ke dekat gedung manajemen penjara seraya mengatakan, "Para tahanan itu tidak dapat berhubungan dengan siapa pun dan mereka diawasi oleh pasukan anti-huru-hara."
Situs berita El-Youm Bahrain juga mengkonfirmasikan partisipasi para tokoh oposisi dalam aksi mogok makan para tahanan politik di penjara rezim Al Khalifa. Aksi itu terjadi setelah para tentara rezim Al Khalifa menyerang penjara dan memaksa para pemogok untuk makan.
Dalam insiden tersebut tiga tahanan terluka dan mereka tidak mendapat perawatan.
Para tahanan menyatakan mereka akan melanjutkan mogok makan mereka sampai digelar konferensi yang dihadiri oleh para pengamat dari Palang Merah Internasional dan juga Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Bahrain telah bergolak sejak Februari 2011 di mana masyarakat Bahrain secara damai menuntut perubahan fundamental di negara mereka.(MZ)