Kondisi Dua Ulama Bahrain Ini Memburuk
-
Sayid Majid al-Mashaal, Ulama Bahrain
Kondisi fisik dua ulama Bahrain yang ditahan di penjara rezim Al Khalifa memburuk setelah aksi mogok makan mereka memasuki hari kesembilan.
Seperti dilansir kantor berita Mehr mengutip media Bahrain, Sayid Majid al-Mashaal dan Sheikh Hasan Isa melakukan mogok makan tanpa batas untuk memprotes kekerasan para sipir penjara rezim Al Khalifa.
Para tahanan politik di penjara pusat Jaw memulai mogok makan pada 9 September 2017 untuk memprotes kondisi buruk di penjara dan pemberlakukan berbagai pembatasan. Mereka juga bertekad untuk melanjutkan mogok makan hingga tuntutannya dipenuhi.
Sementara itu, ulama Bahrain dalam pernyataan pada Kamis lalu memuji keteguhan para tahanan politik di penjara-penjara Bahrain dan menuntut rakyat negara ini untuk turun tangan membantu mereka.
Serangan dan kekerasan aparat keamanan rezim Al Khalifa terhadap tahanan politik Bahrain termasuk para ulama di negara ini telah menimbulkan kekhawatiran atas kondisi mereka.
Selama enam tahun terakhir, rezim Al Khalifa menangkap lebih dari 11.000 warga Bahrain dengan tuduhan palsu.
Kebijakan represif rezim Al Khalifa telah membuat Bahrain menjadi negara yang memiliki tahanan tertinggi dibandingkan dengan populasi penduduknya.
Menurut laporan organisasi-organisasi hukum Bahrain, sedikitnya 3.000 warga negara ini dijebloskan ke dalam penjara dengan alasan politik.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan aparat keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain dan memenjarakan mereka.
Ulama Bahrain yang memiliki peran besar dalam memimpin kebangkitan rakyat menjadi target penindasan rezim Al Khalifa. Banyak ulama Bahrain menjadi korban kebijakan represif dan kekerasan rezim ini. (RA)