Hizbullah Menolak Penempatan Permanen Pengungsi Suriah
-
pejuang Hizbullah
Anggota Dewan Pusat Hizbullah Lebanon, menilai rencana penempatan permanen para pengungsi di Lebanon sebagai bahaya yang lebih besar dari pendudukan wilayah perbatasan timur negara ini oleh kelompok teroris Daesh dan Front al-Nusra.
Menurut laporan kantor berita RASA, Syeikh Nabil Qaouq, pada Sabtu (23/9/2017) dalam sebuah acara di wilayah Kafarrouman, Lebanon Selatan, mengatakan, "Apa yang dikemukakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal penempatan permanen para pengungsi Suriah di Lebanon, menunjukkan permusuhan Amerika Serikat terhadap Lebanon."
Trump dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, menuntut pemberian kewarganegaraan para pengungsi Suriah yang berada di negara-negara tetangga.
Pejabat tinggi Hizbullah ini menekankan, "Telah tiba saatnya diambil sebuah langkah komprehensif nasional untuk menyelesaikan krisis pengungsi Suriah dan tidak ada langkah yang lebih cepat dan lebih baik kecuali mencapai kesepakatan dengan pemerintah Suriah dalam hal ini."
Syeikh Qaouq menjelaskan, "Pihak yang menonjolkan penempatan permanen para pengungsi Suriah di Lebanon, merugikan kepentingan nasional dan memprioritaskan instruksi pihak asing daripada kepentingan nasional, mereka menanti kontak Arab Saudi dengan Suriah untuk melaksanakan instruksi tersebut."
Ditegaskannya, "Kepentingan negara lebih besar dibanding instruksi pihak asing dan berkas para pengungsi Suriah ini adalah sepenuhnya isu nasional seperti pembebasan perbatasan-perbatasan Lebanon."(MZ)