Efektivitas Taktik Baru Militer Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i45959-efektivitas_taktik_baru_militer_suriah
Televisi Suriah menyatakan, militer negara ini bersama pasukan sekutu pada hari Sabtu (14/10/2017) berhasil merebut kota al-Mayadin di tenggara provinsi Dayr al-Zawr, Suriah timur, dari tangan para teroris.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Okt 15, 2017 11:14 Asia/Jakarta

Televisi Suriah menyatakan, militer negara ini bersama pasukan sekutu pada hari Sabtu (14/10/2017) berhasil merebut kota al-Mayadin di tenggara provinsi Dayr al-Zawr, Suriah timur, dari tangan para teroris.

Media massa Suriah melaporkan, pasukan Suriah dua hari sebelumnya telah mengepung dan menutup jalur bantuan untuk kelompok teroris Takfiri Daesh dari arah utara dan selatan. Setelah seluruh jalur tersebut tertutup, para teroris Daesh terpaksa melarikan diri melalui sungai Furat (Euphrate).

Militer Suriah dan para pejuang sekutu pada 5 September 2017 telah berhasil mengakhiri blokade tiga tahun terhadap kota Dayr al-Zawr.  

Transformasi Suriah menunjukkan bahwa kontrol pasukan militer Suriah terhadap seluruh wilayah Dayr al-Zawr akan berlangsung cepat dan ini didukung dengan pemutusan seluruh jalur bantuan untuk para teroris.

Terkait pematahan blokade Dayr al-Zawr, militer Suriah menggunakan taktik "pemutusan urat nadi". Taktik yang dilaksanakan dengan rapi ini, mengakibatkan benteng pertahanan Daesh di wilayah yang dikuasainya runtuh satu demi satu dan mereka benar-benar terkepung setelah penutupan seluruh jalur bantuan mereka.

Pada tahap selanjutnya, dilakukan serangan udara dan rudal ke wilayah-wilayah target, sebelum pelaksanaan tahap akhir yaitu pengerahan pasukan darat. Taktik ini praktis membuat kekuatan garis depan kelompok teroris Daesh di Suriah kelabakan dan tidak mampu membendung serangan militer Suriah.

Salah satu faktor di balik cepatnya keruntuhan kekuatan Daesh dan kelompok-kelompok afiliasinya adalah kemampuan tinggi pasukan muqawama (resistensi) yang bersekutu dengan militer Suriah. Sementara di sisi lain, taktik repetitif Daesh sudah tidak lagi berpengaruh di hadapan strategi perang inovatif muqawama.  

Kesediaan teroris untuk berunding dan akhirnya direlokasi, mengindikasikan melemahnya kemampuan tempur mereka. Sementara kekalahan mereka di Dayr al-Zawr dan sejumlah wilayah sekitar, sama seperti pukulan pamungkas bagi Daesh di Suriah. Jatuhnya wilayah penghasil minyak di provinsi Hasakah dan di Dayr al-Zawr, yang sebelumnya menjadi sumber pendapatan Daesh dalam mengelola anasirnya, membuat Daesh menghadapi kesulitan hebat untuk menyusun barisan tempurnya.

Satu lagi poin penting dalam pergerakan pembersihan wilayah Dayr al-Zawr adalah pengaruh dari pembebasan kota ini dalam perang di Suriah dan juga nasib kelompok teroris Daesh. Dayr al-Zawr termasuk di antara wilayah terdekat dengan Irak yang dalam waktu dekat akan segera mengumumkan pembersihan seluruh anasir Daesh. Dengan demikian seluruh jalan hubungan antara Desh di Irak dan Suriah akan tertutup dan proses pemusnahan Daesh akan semakin cepat.

Secara keseluruhan jika pembebasan Aleppo adalah awal dari keberhasilan Suriah dalam perang melawan teroris, maka pematahan blokade Dayr al-Zawr serta berlanjutnya keberhasilan militer Suriah dan pasukan sekutu, akan menjadi turning point dalam perjuangan bangsa ini memberantas fenomena durjana terorisme.(MZ)