Berita Pemindahan Ayatullah Qassim ke Rumah Sakit Dibantah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i47465-berita_pemindahan_ayatullah_qassim_ke_rumah_sakit_dibantah
Jaringan televisi Alalam menyebutkan, sebuah sumber yang dekat dengan keluarga Ayatullah Sheikh Isa Qassim membantah berita pemindahan ulama besar Bahrain itu ke rumah sakit.
(last modified 2026-02-23T09:56:34+00:00 )
Nov 29, 2017 19:15 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Isa Qassim, Ulama Terkemuka Bahrain.
    Ayatullah Isa Qassim, Ulama Terkemuka Bahrain.

Jaringan televisi Alalam menyebutkan, sebuah sumber yang dekat dengan keluarga Ayatullah Sheikh Isa Qassim membantah berita pemindahan ulama besar Bahrain itu ke rumah sakit.

Sumber yang berbicara secara anonim tersebut mengatakan, Ayatullah Qassim masih berada di rumahnya.

Sebelumnya, sejumlah sumber media memberitakan pemindahan Ayatullah Qassim ke rumah sakit.

Menurut sumber-sumber pemberitaan Bahrain, aparat keamanan rezim Al Khalifa meningkatkan pengepungan terhadap rumah Ayatullah Qassim dan terlihat sebuah ambulance milik salah satu rumah sakit di Bahrain berada di depan rumah ulama terkemuka itu, namun warga di sekitar rumah tidak mengkonfirmasi pemindahan Ayatullah Qassim dari rumahnya ke rumah sakit dengan ambulance.

Pasukan keamanan Bahrain juga telah secara luas menempatkan kendaraan lapis baja dan kendaraan polisi di sekitar rumah Ayatullah Qassim dan distrik al-Diraz.

Shalat Jamaah yang dipimpin oleh Ayatullah Isa Qassim.

Menyusul memburuknya kondisi kesehatan Ayatullah Qassim, Amnesty Internasional pada Senin, 27 November 2017 menuntut para pejabat rezim Al Khalifa untuk segera mengambil tindakan guna mengobatinya.

Sejak bulan Juni 2016, rezim Al Khalifa menghapus kewarganegaraan Sheikh Isa Qassim dan memblokade tempat tinggalnya di distrik al-Diraz, bahkan pasukan aparat keamanan rezim melarang pelaksanaan Shalat Jumat di daerah ini.

Di sisi lain, aparat keamanan rezim Al Khalifa juga dalam kondisi siap siaga menyusul dimulainya sidang pengadilan kedua terhadap Sheikh Ali Salman, Sekretaris Jenderal Komunitas Islam al-Wefaq Bahrain. Namun hakim menunda sidang tersebut hingga 28 Desember 2017.  Sheikh Ali Salman dipenjara sejak tiga tahun lalu atas tuduhan palsu.

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain. Banyak dari mereka termasuk para ulama oposisi dipenjara oleh rezim Al Khalifa dan dicabut kewarganegaraannya. (RA)