Banyak Jalan Menuju Kematian di Yaman
-
Pada Oktober 2017, sekitar 8.800 orang terbunuh dan lebih dari 51.000 terluka, sementara 22,2 juta warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Semua jalan bagi warga Yaman akan berujung pada kematian. Badan Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini melaporkan kematian 34 warga Yaman karena terinfeksi difteri.
Kehidupan bagi rakyat Yaman telah berubah menjadi kisah tragis. Statistik mengenai krisis kemanusiaan di Yaman yang diterbitkan pekan lalu oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, sepenuhnya berbicara tentang kisah pilu orang-orang Yaman.
Menurut laporan tersebut, pada Oktober 2017, sekitar 8.800 orang terbunuh dan lebih dari 51.000 terluka, sementara 22,2 juta warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Sebanyak 17,8 juta warga Yaman menghadapi krisis pangan, 3 juta orang mengungsi di dalam negeri, 16 juta tidak memiliki akses ke air bersih, dan 16,3 juta tidak punya akses terhadap perawatan medis.
Dari 27 April sampai 13 November 2017, lebih dari 900.000 kasus dugaan kolera dilaporkan terjadi di Yaman, di mana telah menewaskan lebih dari 2.200 orang.
Laporan itu menunjukkan bahwa orang-orang Yaman berada di jurang kematian dan tidak ada jalan untuk lolos dari maut. Pemboman masif, kelaparan, kolera, air yang tidak sehat, keterbatasan perawatan medis, dan baru-baru ini difteri, membuat orang-orang Yaman selalu dihantui kematian.
Situasi tragis kemanusiaan tidak terbatas hanya pada beberapa daerah Yaman, tapi semua wilayah di negara tersebut menyaksikan bencana ini. Sebanyak 20 provinsi dari 22 provinsi di Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Menurut WHO, difteri ditemukan di 15 provinsi Yaman dan menginfeksi lebih dari 64 orang. Sementara itu, gambar anak-anak yang sedang berjuang dengan kematian lebih menyesakkan dada daripada pemandangan lain.
Kekejaman Al Saud membuat hidup rakyat Yaman menderita. Dalam semua kasus kematian orang Yaman, selalu ditemukan jejak kejahatan Arab Saudi di sana.
Situasi di Yaman yang disebut Vietnam Arab Saudi, benar-benar sangat tragis sehingga Sekjen PBB Antonio Gutierres, secara resmi mengkritik perang Saudi di Yaman. Dia menyebut agresi Saudi yang sudah berlangsung lama di Yaman sebagai aksi "bodoh."
Bahkan pemerintah AS juga terpaksa mengakui kejahatan Arab Saudi dan secara resmi meminta Riyadh untuk mengakhiri seluruh blokade terhadap rakyat Yaman setelah 33 bulan perang.
Namun, Yaman masih menebarkan aroma kematian karena kejahatan dan kekejaman Al Saud, dan tentu saja Amerika Serikat juga terlibat dalam kejahatan ini. (RM)