Tahun Lalu, Israel Tangkap 595 Anak dan Remaja Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i51029-tahun_lalu_israel_tangkap_595_anak_dan_remaja_palestina
Departemen Urusan Penjara rezim Zionis Israel mengabarkan penahanan 595 remaja dan anak Palestina di bawah usia 18 tahun pada tahun 2017.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 05, 2018 15:15 Asia/Jakarta
  • Penganiayaan dan penangkapan terhadap bocah Palestina oleh Israel.
    Penganiayaan dan penangkapan terhadap bocah Palestina oleh Israel.

Departemen Urusan Penjara rezim Zionis Israel mengabarkan penahanan 595 remaja dan anak Palestina di bawah usia 18 tahun pada tahun 2017.

Menurut Alalam, Senin (5/2/2018), Departemen Urusan Penjara rezim Zionis pada tahun 2017 telah menangkap 595 remaja dan anak Palestina berumur di bawah 18 tahun, di mana 41 dari mereka menjadi target tembakan peluru.

 

Pada hari Minggu, warga Palestina berunjuk rasa memprotes kelanjutan kejahatan rezim Ziois Israel terhadap penduduk kota Burqin di utara Tepi Barat, yang terletak di 5 kilomter barat kota Jenin.

 

Para demonstran juga mengecam pembunuhan terhadap Ahmad Samir Abu Obeid, 19 tahun, yang ditembak kepalanya oleh pasukan keamaman Israel. Mereka meneriakkan slogan-slogan dan kecaman terhadap kejahatan rezim Zionis.

 

Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan terbaru, menyinggung prosesi pemakaman jenazah Ahmad Samir Abu Obeid di distrik Wadi Burqin.

 

"Dalam peristiwa di Jenin, selain menyebabkan gugur syahidnya pemuda ini, lima warga Palestina lainnya juga terluka terkena peluru aparat keamanan Israel," kata pernyataan tersebut.

 

Ahmad Samir Abu Obeid gugur syahid di Wadi Burqin setelah peluru tajam pasukan keamanan rezim Zionis menembus kepalanya.

 

Di sisi lain, sumber-sumber lokal militer rezim Zionis pada Senin dini hari menyebutkan bahwa sedikitnya delapan warga Palestina termasuk seorang perempuan dan seorang remaja ditangkap di distrik Burqin.

 

Pasukan keamanan rezim Zionis juga menangkap 11 warga Palestina di beberapa daerah kota al-Quds, di mana 9 dari mereka ditangkap di desa Abu Dis (Abu Deis), sebelah tenggara kota tersebut.  

 

Unjuk rasa rakyat Palestina dan bentrokan dengan aparat keamanan rezim Zionis meletus di berbagai daerah Palestina sejak diumumkanya keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang menyebut al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis.

 

Demonstrasi dan bentrokan yang terjadi pasca keputusan Trump pada tanggal 6 Desember 2017 tersebut telah menyebabkan sekitar 25 warga Palestina gugur syahid. (RA)